Bagikan

Laba Bukit Uluwatu (BUVA) Terbang 925,17% di 2025, Ini Pemicu Utamanya

Poin Penting

Laba BUVA melonjak 925,17% menjadi Rp99,75 miliar pada 2025.
Pendapatan meningkat dari Rp355,25 miliar menjadi Rp375,58 miliar.
BUVA akan menggelar rights issue 50 miliar saham untuk akuisisi.

JAKARTA, investortrust.id – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) membukukan lompatan laba tahun berjalan sebesar 925,17% menjadi Rp 99,75 miliar pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 9,73 miliar.

Manajemen BUVA dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/3/2026), menyebutkan lonjakan laba tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan serta laba yang diperoleh dari entitas asosiasi.

Pendapatan BUVA meningkat dari Rp 355,25 miliar menjadi Rp 375,58 miliar hingga akhir 2025. Kenaikan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan laba kotor. Adapun laba usaha pada 2025 tercatat Rp 61,61 miliar atau turun dari 2024 yang mencapai Rp 67,04 miliar.

Baca Juga

Rancang Rights Issue Jumbo, Bukit Uluwatu (BUVA) Bersiap Akuisisi Perusahaan

Kenaikan pesat laba juga didukung perolehan laba bersih dari entitas asosiasi sebesar Rp 79,41 miliar pada 2025, dibandingkan tahun 2024 yang mencatat rugi bersih dari entitas asosiasi Rp 9,91 miliar. Peningkatan laba juga didukung penurunan beban keuangan serta keuntungan pembelian dengan diskon.

Kondisi tersebut mendorong laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melambung menjadi Rp 99,19 miliar pada 2025, dibandingkan Rp 8,45 miliar pada 2024. Laba per saham dasar juga meningkat dari Rp 0,41 menjadi Rp 4,03 per saham.

BUVA merupakan perusahaan properti hotel yang dikendalikan oleh Happy Hapsoro, suami dari Puan Maharani. Happy Hapsoro melalui PT Nusantara bertindak sebagai pemegang 61,64% saham BUVA.

Baca Juga

Bukit Uluwatu (BUVA) Siap Rights Issue II, Pengendali Komit Serap Sisa HMETD

Sebelumnya, BUVA telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II) sebanyak 50 miliar saham. Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan.

Pemegang saham pengendali berencana melaksanakan haknya dalam rights issue tersebut, bahkan berniat mengambil hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) lainnya yang tidak dieksekusi oleh pemegang saham publik.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024