Bukit Uluwatu (BUVA) Milik Suami Puan Berbalik Untung Rp 42,47 Miliar, Saham Adem Ayem
JAKARTA, investortrust.id – Emiten properti yang baru saja diakuisisi oleh Happy Hapsoro, suami anggota DPR-RI Puan Maharani, PT Bukit Uluwatu Tbk (BUVA) berhasil membalikan kondisi keuangan dari rugi berhasil pada kuartal III-2022 menjadi laba pada kuartal III-2023.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, Senin (6/11/2023), Perseroan mencatat laba periode berjalan Rp 42,47 miliar dibanding posisi rugi periode berjalan pada periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 175,03 miliar. Ini berarti bottom line Perseroan meningkat 124,26% secara year on year (yoy).
Pembalikan bottom line salah satunya didorong kemampuan Perseroan memacu pendapatan menjadi sebesar Rp 278,59 miliar, meningkat 88,84% yoy dibanding Rp 147,52 miliar pada periode yang sama tahun 2022.
Baca Juga
Akuisisi Konsesi Nikel Kolaka Kerek Pendapatan IFSH Sebesar 46,85%
Seiring kenaikan pendapatan, Perseroan mencatat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp 79,49 miliar, naik dari periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 46,78 miliar.
Alhasil laba kotor Perusahaan meningkat menjadi Rp 199,09 miliar dibanding Rp 100,74 miliar per kuartal III-2022. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp 20,63 miliar dari Rp 18,88 miliar.
Dari sisi neraca tercatat naik menjadi Rp 1,95 triliun per kuartal III-2023 dibanding Rp 1,84 triliun per 31 Desember 2022. Posisi ekuitas tercatat juga naik menjadi Rp 1,96 triliun per 30 September 2023 dari Rp 1,86 triliun pada 30 Desember 2022.
Sedangkan liabilitas turun dalam dari Rp 2,07 triliun pada 31 Desember 2022 menjadi Rp 1,24 triliun per September 2023.
Baca Juga
Sumber Global Energy (SGER) Tingkatkan Modal Dasar Jadi Rp 800 Miliar
Pencapaian kinerja keuangan belum berdampak pada harga saham BUVA di pasar saham. Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (6/11/2023), saham BUVA tercatat turun 2% ke level Rp 49 per saham.
Saham BUVA juga tampak kurang likuid dengan hanya ditransaksikan sebnyak 55.000 saham senilai 1,17 miliar. Sedangkan harga saham tertinggi tercatat sebesar Rp 60 per saham selama 52 minggu terakhir, sedangkan harga terendah Rp 34 per saham.
