Top! Jumlah Emiten Baru di BEI Tertinggi di ASEAN
JAKARTA, investortrust.id -- Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan jumlah emiten baru di BEI yang mencapai 66 perusahaan secara year to date (YTD) adalah yang tertinggi di ASEAN. Sedangkan secara global berada di urutan ke-5 dunia.
Hal itu dikatakan Iman Rachman dalam acara gathering dengan pemimpin redaksi media massa nasional di Jakarta, Rabu malam, (4/10/2023). Acara ini dibuka oleh Djustini Septiana, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK.
Selain itu, juga hadir pada acara ini Dirut PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Iding Pardi, Dirut PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat, para direksi BEI, dan komisaris BEI.
Acara ini dibuka langsung Djustini Septiana, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus. (Primus Dorimulu)
Iman menjelaskan, ada studi yang menyatakan bahwa jumlah perusahaan baru sebanyak 66 perusahaan yang tercatat di BEI secara year to date adalah nomor 5 terbesar di dunia. Sedangkan dari sisi fund raise nomor 7 di dunia.
“Di ASEAN, kita secara jumlah emiten baru year to date yang tertinggi. Tapi secara jumlah emiten (total) di ASEAN kita hanya kalah dari Malaysia yang jumlahnya lebih dari 900 emiten,” ujar Iman.
Dia menambahkan, jumlah perusahaan tercatat di BEI saat ini mencapai 890, di mana secara year to date dari Januari 2023 sebanyak 66 perusahaan baru. “Artinya saat ini adalah sama dengan yang tertinggi di bursa Indonesia sejak berdiri,” ujar Iman.
Dia melanjutkan, pada Jumat (6/10/2023), BEI akan kedatangan dua perusahaan tercatat sehingga jumlahnya akan menjadi 68 perusahaan tercatat. “Ini menjadi sejarah baru bagi Bursa Efek Indonesia di mana year to date tertinggi sejak Bursa didirikan,” katanya.
Baca Juga
Kelola Dana Jaminan Rp 7,4 Triliun, KPEI Terus Berupaya Ciptakan Efisiensi Transaksi
Mengenai kinerja IHSG, Iman mengatakan IHSG pada 29 September 2023 mencapai level 6.939, dan secara harian pernah mencapai level 7.000.
“Kalau secara setahun pernah all time high di September 2022 di posisi 7.318. Tapi dari akhir tahun IHSG tumbuh sebesar hampir 2%,” kata Iman.
Dari sisi kapitalisasi pasar (market cap), Iman megatakan market cap di BEI saat ini lebih dari Rp 10.000 triliun, di mana pernah mencapai Rp 10.400 triliun pada 22 September 2023.
Baca Juga
Tingkatkan Kualitas Saham Listing, Dirut BEI Iman Rachman Paparkan Skenario Ini
Sedangkan dari sisi nilai transaksi rata-rata bulanan mencapai Rp 10,5 triliun. “Akhir tahun lalu Rp 14,7 triliun. Jadi ada penurunan. Tapi penurunan ini hampir terjadi di seluruh perusahaan global. Walaupun kalau kita bicara rata-rata bulan lalu, ini meningkat, dari Rp 10,3 trilun ke Rp 10,5 triliun. Jadi trennya meningkat dibandingkan bulan-bulan lalu,” jelas Iman.
Mengenai frekuensi dan volume perdagangan di BEI, dia mengatakan memang ada penurunan dibandingkan dengan akhir tahun di mana secara year to date 1,7 juta transaksi per hari, dan volume 18,9 miliar saham per hari

