Cakep! Jumlah Emiten Baru di BEI Pecahkan Rekor
JAKARTA, investortrust.id – Emiten baru atau perusahaan yang mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir November tahun ini berjumlah 77 perusahaan, meningkat dari tahun lalu sebanyak 59 perusahaan. Itu merupakan rekor listing terbanyak di BEI dalam lima tahun terakhir.
Ke-77 emiten baru itu belum termasuk dua emiten lainnya yang listing belakangan. Berdasarkan data laman resmi BEI, emiten teranyar (ke-79) di bursa adalah PT Maja Agung Latexindo Tbk(SURI). Produsen sarung tangan berbahan baku latek itu listing di BEI pada 7 Desember 2023. Pekan sebelumnya (30 November),PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) juga listing di BEI, menjadikannyaperusahaan tercatat ke-78 di bursa saham domestik tahun ini.
“Sampai akhir November terdapat 77 emiten baru (belum termasuk listing SURI dan AYAM). Angka itu paling tinggi dalam sejarah pasar modal kita selama lima tahun terakhir,” kata Kepala Divisi Riset BEI, Verdi Ikhwan dalam acara edukasi wartawan pasar modal bertajuk "Perkembangan Pasar Modal Indonesia dan Market Outlook 2024" di Jakarta, Selasa (13/12/2023).
Baca Juga
BEI Sebut 27 Perusahaan Antre IPO, Banyak yang Beraset di Atas 250 Miliar
Menurut Verdi, jumlah emiten baru bakal terus bertambah. Soalnya, masih ada 27 perusahaan dalam antrean (pipeline) penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) saham di BEI. “Tapi masih belum tahu, IPO-nya direalisasikan tahun ini atau tahun depan,” tutur dia.
Verdi Ikhwan menjelaskan, per akhir November 2023, terdapat 902 perusahaan yang sahamnya tercatat (listed company) di BEI. Alhasil, Indonesia berada di urutan ke-2 dalam jumlah perusahaan listing terbanyak di bursa, setelah Malaysia yang memiliki 990 perusahaan tercatat.
Adapun total dana yang berhasil dihimpun (fund raised) dari 77 perusahaan tercatat tahun ini, kata Verdi, mencapai Rp 53,8 triliun, meningkat dibanding tahun silam yang mencapai Rp 33,1 triliun.
“Total fund raised-nya juga tidak kalah bagus, ada Rp 53,8 triliun dari 77 perusahaan yang melakukan IPO. Angka ini meningkat dibandingkan periode tahun lalu senilai Rp 33,1 triliun dari 59 perusahaan,” tandas dia.
Baca Juga
Listing Perdana Saham, Maja Agung (SURI) Bidik Pendapatan Rp 100 Miliar
Verdi mengungkapkan, pertumbuhan emiten di Indonesia juga mengalami pertumbuhan paling tinggi dibanding negara-negara lain di ASEAN dengan kenaikan sebesar 45,1%.
“Hal ini patut kita syukuri karena pertumbuhan kita paling tinggi pada periode lima tahun terakhir,” ucap dia.
Di bawah Indonesia, menurut Verdi, ada Thailand dengan pertumbuhan 18,8%, disusul Malaysia 8,3%, Vietnam 5,6%, dan Filipina 6,4%. Sebaliknya, pertumbuhan emiten di Singapura justru turun 14,0% akibat banyaknya perusahaan yang melakukan delisting. (CR-4)

