BNB Mantap Pecahkan Rekor Baru, Bitcoin dan Ethereum Kompak 'Nyungsep'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga BNB lagi-lagi melonjak ke level tertinggi baru sepanjang masa, didorong oleh sentimen bullish yang diperbarui dan aliran modal segar ke aset berisiko di tengah melemahnya US dollar.
Harga BNB melesat 30% selama seminggu terakhir, menjadikannya aset dengan kinerja terbaik di antara lima mata uang kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Reli dua digit ini mendorong token ke level tertinggi baru sepanjang masa sebesar US$ 1.328 pada Selasa (7/1/2025) malam waktu Asia. Reli juga masih menguat di mana pada perdagangan Rabu (8/10/2025) pagi ini koin yang saat ini berada di posisi tiga besar berdasarkan market cap naik 7,8% dalam 24 jam terakhir.
Di sisi lain, hanya sehari setelah melonjak ke rekor US$ 126.198,07 pada Selasa (7/10/2025) dini hari waktu Asia, Bitcoin (BTC) kembali jatuh ke US$ 121.000 pada Rabu (8/10/2025) pagi, turun sekitar 4% dari nilai puncaknya. Penurunan karena meningkatnya kekhawatiran atas penutupan (shutdown) pemerintah AS, yang kini memasuki hari ketujuh yang tampaknya membuat para investor khawatir.
Baca Juga
Senat Republik dan Demokrat kembali gagal menyepakati pendekatan pendanaan jangka pendek terbaik yang diperlukan untuk menjaga agar mesin federal tetap berjalan setelah pemerintah menghabiskan sumber daya fiskalnya pada Rabu pekan lalu. Demokrat menolak RUU belanja sementara untuk mendanai pemerintah hingga 21 November, yang diusulkan oleh Partai Republik kemarin.
Melansir Bitcoin.com, Rabu (8/10/2025) faktor-faktor lain juga berperan dalam penurunan Bitcoin, di antaranya aksi ambil untung oleh investor yang mungkin merasa mata uang kripto ini mendekati puncaknya. Data dari Glassnode menunjukkan sekitar 99,79% pasokan Bitcoin berada di wilayah menguntungkan kemarin. Hari ini, angka tersebut turun tipis menjadi 99,29%.
Baca Juga
Sempat Tembus Rekor Tertinggi di US$ 126.008, Kini Bitcoin Terkoreksi ke US$ 124.503
Mungkin investor yang cerdik memutuskan untuk mendiversifikasi kepemilikan mereka dengan mengalihkan modal dari BTC ke emas. Logam mulia ini melonjak hingga US$ 4.000 per ons untuk pertama kalinya hari ini. Namun, bagaimanapun juga, katalis utama untuk semua pergerakan ini kemungkinan besar adalah menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah AS, yang saat ini bahkan belum dapat memberikan data ketenagakerjaan yang dibutuhkan oleh bank sentralnya untuk menetapkan kebijakan suku bunga di akhir bulan.
Senada, Ethereum (ETH) bergerak sideways dan cenderung melemah. ETH pagi ini berada di US$ 4.470, minus 4,86% dalam sehari namun masih menguat 7,6% dalam sepekan. Kini indikator teknis menunjukkan minat beli yang lemah, menimbulkan kekhawatiran bahwa koin ini bisa mengalami penurunan lebih lanjut jika momentum tidak meningkat. Tren sideways yang disertai dengan indikator momentum yang mendatar mencerminkan keraguan di antara para trader, dengan baik pembeli maupun penjual tidak sepenuhnya mengendalikan. Jika tekanan ke bawah menguat, ini bisa membuka jalan untuk koreksi yang lebih besar.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

