Bitcoin Masih Berjuang di Level US$ 65.000-an, Ethereum BNB dan Solana Mampu Bangkit
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) telah menghadapi tekanan jual yang signifikan selama seminggu terakhir sehingga menyebabkan penurunan cukup dalam, mencapai level terendah bulanan yaitu US$ 65.000. Penurunan disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan BTC dari perusahaan penambangan BTC dan dampak dari langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi.
Namun pada perdagangan Rabu (19/6/2024) BTC dan koin-koin digital lainnya bergerak variatif, meski tidak signifikan. Menilik data Coinmarketcap, Rabu pukul 10.20 WIB, BTC terpantau turun tipis 0,05% dalam 24 jam terakhir ke US$ 65.360. Sedangkan Ethereum (ETH), BNB, dan Solana (SOL) berhasil menguat, masing-masing 3,30%, 0,50%, dan 3,63%.
Kapitalisasi pasar kripto global adalah US$ 2,38 triliun, meningkat 1,26% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 88,7 miliar, turun 5,80%. Total volume di DeFi saat ini US$ 6,6 miliar, 7,45% dari total volume pasar kripto 24 jam. Volume semua koin stabil sekarang mencapai US$ 82,85 miliar, yang merupakan 93,41% dari total volume pasar kripto 24 jam. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 54,25%, turun 0,62% sepanjang hari.
Baca Juga
Bos Ripple Sebut Capres AS yang Pro Kripto Bakal dapat Dukungan Finansial yang Signifikan
Pekan lalu, The Fed mengumumkan hanya akan memangkas suku bunga satu kali saja di 2024, berubah dari sebelumnya target tiga kali pemangkasan. Bank sentral AS itu juga masih mempertahankan suku bunga stabil di 5,25%-5,50% di pertemuan bulan Juni, Rabu (12/6/2024).
Menurut data Coinglass, komentar hawkish dari The Fed minggu lalu berdampak buruk pada perdagangan produk ETF Bitcoin spot di AS yang mengalami arus keluar sebesar US$ 580 juta pada periode perdagangan 10 - 14 Juni.
Di sisi lain, menurut laporan CryptoQuant, jumlah BTC yang dikirim dari perusahaan penambangan menunjukkan Bitcoin ke bursa telah mencapai angka tertinggi dalam dua bulan terakhir, yang mengindikasikan adanya meningkatnya penjualan BTC.
Menurut Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, keputusan terbaru para penambang untuk melepaskan kepemilikan mereka berkaitan dengan penurunan pendapatan setelah peristiwa halving. Dengan menurunnya biaya transaksi dan tetap tingginya hashrate jaringan, pendapatan penambang terus mengalami penurunan selama beberapa bulan terakhir.
“Namun, berdasarkan pola historis, pendapatan rendah yang berkelanjutan dan hashrate yang tinggi dapat mengindikasikan potensi titik terendah pasar. Pada akhirnya, hal ini menunjukkan bahwa pasar Bitcoin mungkin sedang mencapai stabilitas atau bersiap untuk kembali melanjutkan momentum bullish-nya,” katanya dikutip Rabu (19/6/2024).
Baca Juga
Dalam tiga hari terakhir BTC belum mampu bergerak melampaui MA-100 dengan beberapa kali sempat turun ke level US$ 65.000. Sementara, terdapat hari libur pada hari Rabu ini di AS dan laporan ekonomi minggu ini berpotensi tidak akan berdampak signifikan pada pasar aset kripto.
Laporan penjualan ritel bulan Mei dirilis pada hari Selasa (18/6/2024) memberikan informasi mengenai belanja konsumen pada barang-barang tahan lama dan tidak tahan lama, yang membantu mengukur kesehatan perekonomian, kebiasaan belanja konsumen, dan tekanan inflasi dari sisi permintaan.
Laporan produksi industri AS juga dirilis pada tanggal Selasa (18/6/2024), namun hal ini berdampak kecil pada pasar dan aktivitas perdagangan yang lebih luas.
“Laporan PMI Manufaktur Global S&P bulan Juni akan dirilis pada hari Jumat (21/6/2024). Data ini menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap total PDB dan dianggap sebagai indikator penting kondisi bisnis dan iklim perekonomian secara keseluruhan di AS,” ucap Panji.

