Jumlah Perusahaan Tercatat Saham di BEI Tembus 900 Emiten
JAKARTA, investortrust.id – Jumlah perusahaan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melampaui 900, tepatnya 901 perusahaan tercatat per hari ini, Rabu (8/11/2023).
Sebelumnya pada 6 Oktober 2023, BEI menorehkan pencapaian jumlah pencatatan saham tertinggi tahunan sepanjang sejarah. Setelah mencapai rekor pencatatan saham tahunan tertinggi pada 6 Oktober 2023 yang lalu.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan, pencapaian perusahaan tercatat saham yang telah melebihi 900 perusahaan merupakan wujud kepercayaan para manajemen dan pemilik usaha terhadap pasar modal Indonesia sebagai sumber pendanaan untuk keberlangsungan usaha.
Baca Juga
Capai 2.775%, Saham Petrindo (CUAN) Kembali Lanjutkan Penguatan
Diketahui, terdapat tiga perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI pada hari ini, yaitu PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) sebagai perusahaan tercatat ke-899, PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) sebagai perusahaan tercatat ke-900, dan PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) sebagai perusahaan tercatat ke-901.
Kehadiran tiga perusahaan tersebut menambah jumlah perusahaan tercatat saham di BEI pada tahun 2023 menjadi sebanyak 77 perusahaan dengan total dana yang dihimpun (fund raised) mencapai Rp 54,3 triliun.
Jika ditinjau dari jenis usaha, perusahaan tercatat saham di BEI saat ini didominasi oleh sektor Consumer Cyclicals yang mencapai 16,9% dari total dengan jumlah 152 perusahaan.
Beberapa sektor lainnya yang mendominasi adalah sektor Consumer Non-Cyclicals, sektor Financials dan Basic Materials, masing-masing sebesar 13,7%, 11,8% dan 11,3% dari total perusahaan tercatat di BEI.
Sedangkan secara geografis, persebaran perusahaan tercatat BEI masih berpusat di DKI Jakarta, yaitu sebesar 71,4% dari total atau sejumlah 643 perusahaan tercatat. Adapun provinsi dengan perusahaan tercatat terbanyak selanjutnya adalah Jawa Barat sebesar 8,3% dan Banten sebesar 7,7%.
Baca Juga
Laba Turun Jadi Rp 53,42 Miliar, Emiten Garmen Ini Tetap Tebar Dividen
BEI optimistis akan semakin banyak perusahaan dari berbagai sektor usaha di berbagai daerah Indonesia yang mencatatkan sahamnya dan memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan.
Dikatakan, saat ini, masih terdapat 27 perusahaan potensial di pipeline pencatatan BEI.
Iman mengatakan, BEI melakukan berbagai upaya untuk menjaring calon perusahaan tercatat, diantaranya memberikan edukasi terkait IPO dalam bentuk seminar, coaching clinic, masterclass, one-on-one, baik di pusat atau di daerah melalui Kantor Perwakilan BEI.
Dalam hal peningkatan kualitas calon perusahaan tercatat, BEI telah melakukan penyesuaian Peraturan Nomor I-A pada tahun 2021 mengenai persyaratan keuangan dan kapitalisasi pasar yang diharapkan dapat lebih mengakomodasi berbagai jenis perusahaan.
“Setelah diberlakukan penyesuaian Peraturan I-A tersebut, rata-rata kapitalisasi pasar perusahaan tercatat mencapai Rp10,3 triliun atau tumbuh sebesar 254,8%,” papar Iman.
Sementara itu, rata-rata jumlah dana yang dihimpun (fund raised) dan aset masing-masing mencapai Rp837,7 miliar dan Rp4,8 triliun atau tumbuh 54,8% dan 146,1%. Pasar modal Indonesia juga telah menyediakan sarana e-IPO (e-ipo.co.id) guna mempermudah masyarakat luas untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia, khususnya pada proses penawaran umum perdana.
Sarana elektronik ini dibangun bukan hanya untuk investor, namun juga untuk masyarakat yang berminat menjadi investor di pasar perdana. Masyarakat yang berminat untuk menjadi investor di pasar perdana dapat langsung membuat rekening efek dan bertransaksi melalui e-IPO.
Ke depannya, BEI berharap semakin banyak pemilik usaha yang antusias untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai sumber pendanaan usahanya.
“Kami juga berharap stakeholders dapat meningkatkan kolaborasi aktif untuk mengembangkan pasar modal Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global, sehingga pada akhirnya dapat menguatkan perekonomian Indonesia,” pungkas Iman.

