Konflik AS-Israel dan Iran Berdampak Positif bagi Emiten Energi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT RMK Energy Tbk (RMKE) menilai eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran memberikan dampak positif terhadap sektor energi, khususnya komoditas batu bara.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, mengatakan kondisi geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga energi global, termasuk batu bara yang menjadi salah satu sumber energi utama di dunia.
“Memang perang ini memberikan dampak yang cukup positif untuk perusahaan energi. Terutama perusahaan minyak ataupun batu bara,” kata Vincent dalam acara Kiwoom Sekuritas : Emiten Chat with RMKE secara daring, Jumat, (6/3/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga batu bara terlihat dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya ketidakpastian global. “Dan kita bisa liat selama 3 hari terakhir, mungkin udah 5 hari bahkan harga batu bara naik terus,” ujar Vincent.
Baca Juga
Pendapatan Turun 36% Yoy di September 2025, RMKE Siapkan Jurus Strategis Ini
Menurut Vincent, penguatan harga tercermin dari pergerakan indeks batu bara global yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Newcastle Index naik terus ya, awalnya mungkin US$ 110 sekarang udah US$ 130 per ton. Nah itu kan merupakan kenaikan yang cukup signifikan,” jelas dia.
Mengacu data Trading Economics, harga batu bara tercatat berada di level US$ 132,90 per ton atau naik 3,7% pada perdagangan hari ini Jumat, (6/3/2026).
Selain faktor geopolitik, Vincent juga menilai batu bara masih menjadi sumber energi yang relatif stabil dan kompetitif dibandingkan energi lainnya.
“Kedua, kita juga ngeliat bahwa saat ini energi yang paling stabil dan sumber energi yang paling murah itu masih di batu bara. Dan Indonesia tuh kaya akan itu. Kita ngeliat secara makro, batu bara seharusnya diuntungkan dengan kondisi saat ini,” tuturnya.
