BEI Imbau Investor Saham Tetap Rasional di Tengah Eskalasi Global
JAKARTA, investortrust.id – Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengimbau investor tetap rasional di tengah peningkatan ketidakpastian global.
Sentimen negative ini picu kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/3/2026).
Hingga pukul 10.22 WIB, IHSG anjlok sebanyak 140 poin (1,73%) menjadi 8.093. Bahkan, indeks sempat jatuh ke level intraday terendah 8.039. Penurunan indeks ini sejalan dengan kejatuhan bursa saham dunia akibat invasi AS-Israel ke Iran yang memicu lonjakan risiko geopolitik dan mendorong pelaku pasar bersikap hati-hati.
Baca Juga
IHSG Dibuka Anjlok 131 Poin, Sebaliknya Saham Energi dan Material Dasar Perkasa
“Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing investor,” tulis Jeffrey melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, Kiwoom Research menyebut risiko geopolitik menjadi pendorong utama pergerakan pasar pada pekan ini. “Energi dan logam mulia menjadi sektor defensif utama, sementara ekuitas global dan aset berisiko menghadapi volatilitas tinggi pada pembukaan pasar Senin ini, dan setidaknya sepekan ke depan,” tulis Kiwoom Research kepada investortrust.id.
Fokus investor saat ini tertuju pada durasi konflik dan tingkat eskalasi, stabilitas Selat Hormuz, serta arah harga minyak yang telah bergerak di atas US$90–100 per barel.
Menanggapi tensi geopolitik global yang dinilai belum mereda dalam waktu dekat, Kiwoom Research menyarankan pelaku pasar mengurangi posisi portofolio dan memperbanyak sikap wait and see untuk sementara waktu.
Baca Juga
Meski demikian, berkaca pada Perang Rusia-Ukraina tahun 2022, pasar Indonesia yang commodity-driven dinilai sempat diuntungkan kenaikan harga komoditas, sehingga IHSG mampu menguat hingga 5% sejak awal serangan 24 Februari 2022 hingga mencapai titik tertinggi pada April 2022.
“Walau berspekulasi tinggi, potensi trading di saham-saham berbasis komoditas terdampak perang seperti energy & gold mungkin bisa dilirik, dengan mengedepankan disiplin money-management yang ketat,” jelasnya.
Secara teknikal, Kiwoom Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di kisaran 8.000–7.950 hingga 7.840. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan yakni AKRA dengan target harga 1.335–1.375, ESSA di kisaran 665–685, MEDC pada level 1.780–1.835, serta TINS di rentang 4.740–4.880.

