Jelang Pemilu, BEI Minta Investor Bersikap Rasional
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta pemodal untuk tetap rasional dalam berinvestasi di pasar modal, meskipun Indonesia akan menggelar pemilihan umum pada Februari 2024.
“Kami sama harusnya menyampaikan kepada publik untuk selalu mengambil keputusan investasi setiap hari secara rasional. Hal itu hal yang paling penting,” imbau Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik dalam Edukasi Wartawan terkait Investasi Pasar Modal di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (25/01/2024).
Baca Juga
25 Perusahaan Masuk Pipeline Listing Saham di BEI, Enam Perusahaan Besar
Sikap rasional dari investor harus terus dijaga dalam kondisi apapun, baik dalam kondisi market sideways, market bearish, maupun market bullish. “Orang kadang-kadang menjadi lengah justru pada saat market bullish,” jelasnya.
Keputusan rasional, terang dia, membutuhkan skill untuk menganalisis data. Hal ini mendorong bursa selalu berupaya untuk memberikan edukasi pada para investor.
Investor juga diminta untuk terus memantau perkembangan pasar modal melalui sistem atau sarana yang ada. Sejumlah saran aini bagian dari perlindungan investor yang diberikan bursa.
“Keterbukaan informasi seperti apa yang disampaikan oleh Bursa, mekanismenya sudah banyak yang ada saat ini. Ada notifikasi khusus, ada UMA, ada macam-macam. Ada papan yang kita pisahkan, ada papan pengawasan khusus, dan lain-lain,” tegasnya.
Baca Juga
Sinarmas Sekuritas: IHSG Berpotensi Menuju Level 7.800-8.200 Tahun Ini
Sebagai penyelenggara dan penyedia sistem atau sarana perdagangan Efek, Jeffrey menjelaskan, BEI tidak pada posisi untuk berekspektasi tentang indeks atau mengarahkan pergerakan indeks. Investor disarankan untuk terus memantau pergerakan dari kondisi pasar maupun perusahaan.
“Kami sepenuhnya menyerahkan itu sebagai mekanisme pasar. Dan kalau memang para investor memutuskan mau wait and see atau ada beberapa investor yang justru menyatakan ini adalah waktunya untuk mengambil keputusan dengan mengantisipasi apapun yang akan terjadi di depan, itu adalah keputusan masing-masing investor,” terangnya.

