Outlook 2024: Kembali Rasional, Investor Cermati Fundamental dan Rekam Jejak
Oleh Victoria Venny Nawang Setyaningrum dan T Herditya Wicaksana*
INVESTORTRUST.ID - Memasuki tahun baru 2024, kami melihat proyeksi penurunan bertahap tekanan inflasi global, yang membuka kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter. Bauran kebijakan Indonesia yang dieksekusi dengan baik di tahun 2023 telah memberikan hasil positif, memperkuat rekam jejak kekuatan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Tahun ini, pasar modal berpotensi dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci. Ini termasuk, pertama, berbagai stimulus pemerintah RI untuk memperkuat ekonomi dalam negeri. Kedua, dampak sementara peningkatan konsumsi pada momen lima tahun sekali pemilihan umum presiden dan legislatif, yang tahun ini dijadwalkan Februari nanti. Ketiga, kekhawatiran tentang eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia.
Baca Juga
Tren Pasar Obligasi
Di pasar obligasi, kami mengamati sejumlah faktor. Ini antara lain, penyempitan spread antara yield obligasi pemerintah Indonesia (Indo GB) dan obligasi pemerintah Amerika Serikat (UST). Hal ini terjadi seiring penurunan premi risiko Indonesia, dan arus masuk dana asing yang substansial ke Surat Berharga Negara (SBN) RI, yang menunjukkan pergeseran lanskap keuangan.
Untuk proyeksi tahun 2024, Indo GB yield tenor 10 tahun awalnya dapat melonjak karena arus dana ke UST. Namun, kemudian, diperkirakan stabil pada sekitar 6,28% (base case), 6,58% (bear case), atau 6,13% (bull case).
Baca Juga
Pasar Saham
Sementara itu, pasar saham menunjukkan tanda-tanda reorientasi nuansa ke arah rasionalitas, karena investor kembali menyesuaikan dengan prinsip-prinsip fundamental. Target indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kami dasarkan pada perkiraan pertumbuhan earnings per share (EPS) sebesar 3-8% pada 2024, yang mengarahkan kami untuk mempertahankan fundamental JCI target sebesar 7.700 untuk base case, 6.900 untuk bear case, dan 8.100 untuk bull case. Sementara itu, pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG bergerak menguat 0,38% ke 7.227.
Kami melihat sektor dan seleksi saham tahun ini akan didasarkan pada, pertama, resiliensi laba emiten. Kedua, proxies sensitive tingkat suku bunga. Ketiga, dividend yield lebih tinggi. Keempat, momentum Pilpres dan Pileg 2024. Kami overweight pada saham-saham sektor bank, telekomunikasi, properti, konsumen nonsiklikal, dan utilities. Pilihan utamanya adalah Bank Mandiri (BMRI), Bank Syariah Indonesia (BRIS), Telkom Indonesia (TLKM), HM Sampoerna (HMSP), Bumi Serpong Damai (BSDE), Summarecon Agung (SMRA), Jasa Marga (JSMR), dan Pertamina Geothermal Energy (PGEO). ***
* Head of Research MNC Sekuritas Victoria Venny Nawang Setyaningrum dan Technical Analyst-Elliott Wave Specialist MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana

