Terungkap! Ini Kronologi Lengkap Investasi Google di GOTO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Perjalanan investasi raksasa teknologi global ke perusahaan teknologi Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah bergulirnya sidang dugaan korupsi Chromebook di Kemendikbudristek.
Dalam keterangan resmi yang diterbitkan Kamis (26 Februari 2025), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memaparkan kronologi masuknya investasi Google sejak fase awal pertumbuhan perusahaan hingga menjelang penawaran umum perdana (IPO) saham.
Baca Juga
Fokus Keberlanjutan, Prospek dan Target Harga Saham GOTO Menarik!
GOTO menjelaskan bahwa Google telah menjadi investor sejak perusahaan masih bernama Gojek dan tengah berkembang pesat di Indonesia. Hubungan keduanya telah terjalin lebih dahulu dalam bentuk relasi pelanggan dan penyedia layanan teknologi.
Sejak 2015, Gojek tercatat sebagai pelanggan Google melalui pembelian layanan infrastruktur komputasi awan (cloud), penggunaan layanan peta (maps), serta periklanan digital.
Hubungan tersebut disebut sebagai praktik lazim yang dilakukan perusahaan teknologi, baik di Indonesia maupun global. Seluruh pembayaran layanan dilakukan menggunakan dana perseroan dan dicatat sesuai standar akuntansi keuangan Indonesia.
Investasi Awal
Google baru merealisasikan investasi pertama ke Gojek pada 2017 bersama sejumlah investor global lainnya, sepert Tencent, KKR, GIC, dan Mitsubishi Corporation.
Manajemen GoTo menegaskan bahwa Google tidak pernah menjadi pemegang saham pengendali, melainkan investor strategis minoritas. Partisipasi Google berlanjut dalam beberapa putaran pendanaan berikutnya.
Baca Juga
Isu Merger dengan Grab Menguat, Bos GOTO Akhirnya Angkat Bicara
“Google juga terus berpartisipasi dalam beberapa putaran pendanaan berikutnya bersama banyak investor global lainnya. Sebagian besar investasi Google dilakukan sebelum tahun 2019 saat Nadiem belum ditunjuk sebagai menteri,” tulis manajemen GoTo.
Perseroan menegaskan seluruh partisipasi investasi dilakukan secara profesional, transparan, tanpa perlakuan khusus, serta mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Dana investasi digunakan untuk pertumbuhan bisnis dan kebutuhan operasional.
GoTo juga menyatakan tidak pernah melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya dari Google. Namun, perseroan melakukan pembelian saham perusahaan lain dari Google dalam rangka konsolidasi.
Baca Juga
GOTO Pastikan Bonus Hari Raya Mitra Driver Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Momentum penting terjadi pada Mei 2021 saat Gojek dan Tokopedia resmi merger membentuk entitas GoTo. Dalam proses tersebut, GoTo membeli saham Tokopedia dari para pemegang saham sebelumnya, termasuk Google.
Selanjutnya, pada Oktober 2021 menjelang IPO saham, dilakukan restrukturisasi internal yang melibatkan pembelian saham entitas fintech GoTo, PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB), dari sejumlah investor termasuk Google. Langkah ini dilakukan untuk menyederhanakan struktur grup sebelum melantai di Bursa Efek Indonesia.
Manajemen menegaskan seluruh transaksi investasi dan restrukturisasi tersebut dijalankan secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan hukum dan tata kelola perusahaan yang berlaku.

