Indodax Rayakan Hari Jadi ke-12, Fokus Perkuat Standar Keamanan dan Transparansi Aset Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Merayakan perjalanan 12 tahun berkiprah di industri aset kripto, Indodax menegaskan posisinya sebagai platform yang memiliki daya tahan tinggi di tengah dinamika pasar global maupun domestik.
Dalam sambutannya, CEO dan Co-Founder Indodax William Sutanto mengungkapkan bahwa usia ke-12 ini menjadi bukti kekuatan dan soliditas perusahaan dalam menghadapi berbagai kondisi industri. William mengawali pernyataannya dengan menekankan bahwa fokus utama perusahaan saat ini bukanlah sekadar status sebagai pionir, melainkan keberlanjutan bisnis.
"Ulang tahun ke-12 Indodax. Jadi, di kesempatan kali ini saya tidak mau menyombongkan bahwa kita adalah exchange yang paling tua di Indonesia. Tapi, saya lebih mau menggarisbawahi bahwa 12 tahun artinya kita kuat, kita memiliki daya tahan yang sangat tinggi, bahwa di dalam kondisi apa pun, dalam perjalanan industri kripto baik di dunia maupun di Indonesia, kita tetap strong, tetap solid, dan tetap tumbuh," ujar William dalam acara Indodax 12th Anniversary: On Chain, Forever Forward di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Eksistensi Indodax mencapai titik ini diakui William tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak yang membangun ekosistem kripto di Tanah Air. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada regulator dan mitra strategis yang telah memberikan payung hukum serta dukungan operasional.
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua, kepada para regulator, OJK dan Bappebti yang telah menyusun regulasi untuk memayungi perdagangan kripto di Indonesia. Saya juga terima kasih kepada CFX, KKI, dan ICC yang selama ini telah menjadi SRO sekaligus menjadi mitra strategis kami dalam ekosistem perdagangan kripto di Indonesia," tuturnya.
Baca Juga
Lebih lanjut, William juga menyoroti peran penting pemegang saham, vendor, serta loyalitas para pelanggan, khususnya member prioritas. Dukungan dari para pemangku kepentingan tersebut dinilai menjadi fondasi utama bagi Indodax untuk terus melayani masyarakat secara maksimal. Ia pun menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan seiring dengan bertambahnya usia perusahaan.
Memasuki tahun yang baru, William membeberkan resolusi strategis perusahaan yang berfokus pada dua aspek krusial, yakni keamanan dan transparansi. Terkait keamanan, Indodax berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk memperkuat infrastruktur teknologi mereka.
"Tahun ini kita sudah berkomitmen untuk menaikkan budget investasi, mohon izin ya, shareholders, untuk menaikkan level IT security kita gitu," tegasnya.
Selain sektor keamanan, transparansi menjadi pilar kedua dalam resolusi Indodax tahun ini. Setelah sebelumnya mempublikasikan Proof of Reserve (PoR), perusahaan berencana meningkatkan standar keterbukaan informasi agar lebih kredibel di mata pengguna.
"Tahun ini kita berkomitmen kita akan level up lagi transparansi. Kita akan buat transparansi menjadi standar yang tinggi yang bisa dipercaya oleh semua member," tambah William.
Lebih jauh, William berharap langkah-langkah strategis ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kripto nasional. "Pada akhirnya semua yang kita lakukan tentunya demi mendapatkan trust, demi supaya semua member dan ekosistem kripto di Indonesia bisa berdagang dengan nyaman, dengan baik, dengan aman, dan tentunya mudah-mudahan semua dari kita bisa lebih profitable," jelasnya.
Baca Juga
Genap 12 Tahun, Indodax Masih Perkasa di Tengah Ketatnya Persaingan 'Exchange' Kripto. Bakal IPO?
Ekosistem Kripto di Indonesia
Sementara itu, Direktur Utama Bursa Kripto CFX Subani memberikan apresiasi terhadap kontribusi Indodax dalam industri aset digital di Tanah Air. Subani menegaskan bahwa Indodax telah menjadi pemain utama yang memberikan dampak signifikan terhadap volume transaksi pasar kripto nasional.
"Sudah menjadi salah satu leading player di industri kita, di mana Indodax merupakan kontributor terbesar dalam market transaksi volume pada tahun lalu. Dan saya harapkan akan terus dipertahankan, Pak William. Karena industri kripto di Indonesia membutuhkan Indodax," ucap Subani.
Selain sebagai pemain besar, Subani mengakui bahwa CFX banyak belajar dari perjalanan Indodax selama ini. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan asosiasi untuk memperkuat fundamental industri di tengah tantangan pasar.
"Tanpa Indodax, kami pun CFX tidak banyak belajar. Kami dari awal juga banyak diskusi dengan teman-teman anggota, termasuk Indodax. Saya juga ucapkan juga banyak terima kasih kepada teman-teman ABI, teman-teman Aspakindo, teman-teman asosiasi yang sudah mendukung industri ini semakin kuat," ungkap Subani.
Mengenai dinamika pasar yang fluktuatif, Subani mengajak seluruh pelaku usaha yang sudah berizin maupun yang sedang berproses di OJK untuk tetap solid dan mengutamakan kepentingan industri di atas segalanya.
"Dan Indodax, saya kenal persis Pak William selalu dalam diskusi kita, Pak William selalu bilang, 'Pak, apapun yang kita lakukan nomor satu untuk kepentingan industri.' Saya sepaham sama Pak William," kata Subani.
Di sisi lain, Subani menekankan bahwa usia Indodax yang mencapai 12 tahun adalah bukti pengalaman dan daya tahan yang patut diapresiasi. Menurutnya, pengalaman melewati masa sulit adalah kunci kepercayaan dalam industri keuangan kripto.
"Sebetulnya yang tertua itu yang paling berpengalaman. Karena apalagi kalau industrinya yang berhubungan dengan aset keuangan, yang mempunyai pengalaman paling banyak itu yang mempunyai pengalaman bagaimana apa, melalui masa sulit, masa senang, tapi tetap bisa berdiri, itu yang paling dipercaya. Jadi pertahankan itu," pungkasnya.

