IHSG Tegerus 1,69% ke Bawah 8.100 Hanya dalam 10 Menit Usai Transaksi Saham Dibuka
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/2/2026), terjun lebih dari 135 poin (1,69%) menjadi 8.099 hanya dalam 10 menit transaksi saham dibuka.
Penuruann tersebut dipicu kejatuhan saham big cap, seperti DSSA, BREN, CBDK, TPIA. Penurunan juga dipicu kejatuhan sejumlah saham big cap lainnya, seperti PTRO, PGUN, RATU, dan RAJA.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu kejatuhan hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor industri yang masih pertahankan kenaikan 0,74%. Penurunan paling dalam melanda saham sektor kesehatan, transportasi, konsumer non primer, keuangan, properti dan konsumer primer.
Pelemahan dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, sektor konsumer primer, energi, material dasar, konsumer non primer, infrastruktur, teknologi dan keuangan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri dan kesehatan.
Kemarin, IHSG ditutup tergerus sebanyak 86,97 poin (1,05%) menjadi 8.235 dengan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 341,25 miliar oleh investor asing. Net buy terbanyak disumbangkan saham NCKL senilai Rp 648,20 miliar, IMPC senilai Rp 274,41 miliar, dan BBRI mencapai Rp 172,28 miliar.
Baca Juga
Laba Energi Mega (ENRG) Melesat 21% di 2025, Nilainya Segini
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor transportasi 4,54%, konsumer primer turun 2,59%, sektor infrastruktur 2,41%, sektor energi 2,13%, dan sektor properti 2,10%.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, MSKY menguat 34,62% menjadi Rp 105, JAYA naik 34,57% menjadi Rp 218, IFSH menguat 25% menjadi Rp 2.000, dan STAR naik 24,41% menjadi Rp 790, dan TKIM melesat 19,67% menjadi Rp 10950.

