Saham Barito Renewables (BREN) Lagi-lagi ARA, Kini Market Cap Melesat ke Peringkat Sembilan
JAKARTA, Investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) langsung merangsek ke posisi Sembilan untuk kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah harga sahamnya melambung hingga auto reject atas (ARA) dalam dua hari terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/10/2023), harga saham market cap BREN kembali mencatatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) setelah harga naik Rp 240 (24,62%) menjadi Rp 1.215.
Baca Juga
Lompatan harga tersebut menjadikan posisi perseroan berada di peringkat sembilan untuk market cap mencapai Rp 162,55 triliun atau menggusur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dari posisi ke 9. Market cap BREN tepat berada di bawah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) senilai Rp 233,58 triliun.
Perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini kemarin telah menuntaskan debut perdana di BEI dengan dibuka langsung melesat ARA dengan kenaikan 25% menjadi Rp 975.
CEO PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Barito Renewables Agus Salim Pangestu, berharap, dengan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia BREN akan menetapkan patokan baru untuk valuasi perusahaan energi terbarukan dan harapannya akan mendorong lebih banyak perusahaan energi terbarukan untuk mencatatkan diri di pasar modal Indonesia.
Baca Juga
Beda Nasib, Barito Renewables (BRPT) Melambung, Pulau Subur (PTPS) Sebaliknya ARB
Kami bangga mengumumkan Barito Renewables sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia. Langkah ini menegaskan komitmen kami yang teguh untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam upayanya menuju transisi energi yang berkelanjutan,’’ papar Agus, Senin, (9/10/2023).
Sementara itu, CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan, IPO Barito Renewables akan membawa BREN tidak hanya terbatas pada industri geotermal namun juga menuju ke teknologi terbarukan lainnya, dengan didukung oleh keunggulan operasional yang kuat.

