Open Interest ETH Turun ke Level Terendah 3 Tahun, Apa Dampaknya Bagi Harga Ethereum?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ethereum (ETH) diperdagangkan kembali di atas US$ 2.000 pada Jumat (13/2/2026) malam waktu Asia dan kenaikannya berlanjut setelah data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS lebih rendah dari perkiraan. Pemulihan ini menempatkan ETH/USD pada jalur untuk penutupan candle mingguan bullish pertamanya sejak pertengahan Januari, memicu spekulasi untuk reli menuju US$ 2.500.
Data CryptoQuant menunjukkan open interest (OI) futures Ether di berbagai bursa utama turun lebih dari 80 juta ETH dalam 30 hari terakhir. Penurunan terbesar terjadi di Binance sekitar 40 juta ETH (50%). OI di Gate turun lebih dari 20 juta ETH (25%), sementara Bybit dan OKX masing-masing turun 8,5 juta ETH dan 6,8 juta ETH.
Melansir Cointelegprah, Sabtu (14/2/2026) Analis CryptoQuant menilai penurunan OI di tengah koreksi harga mencerminkan aksi deleveraging atau pengurangan eksposur posisi leverage, sehingga berpotensi mengurangi risiko likuidasi paksa. Di sisi lain, tingkat pendanaan futures Ether di Binance anjlok ke -0,006 terendah sejak Desember 2022 yang secara historis kerap mendahului short squeeze.
Baca Juga
Ia menilai sentimen pasar terhadap Ethereum (ETH) telah mencapai level bearish yang sangat ekstrem tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, secara historis tingkat pendanaan (funding rate) yang sangat negatif di area support harga utama kerap menjadi pendahulu terjadinya short squeeze. Kondisi tersebut biasanya muncul ketika mayoritas pelaku pasar meyakini harga akan turun lebih dalam, namun justru memicu pergerakan berlawanan untuk melikuidasi posisi short.
Ia menambahkan, data terkini mengindikasikan kemungkinan terjadinya fase kapitulasi klasik, serupa dengan pembentukan titik terendah pasar pada akhir 2022. Jika pola tersebut terkonfirmasi, kondisi ini berpotensi membuka ruang bagi pemulihan harga yang lebih tajam dalam jangka pendek.
Baca Juga
Ethereum Tertekan di Kisaran US$ 2.800-an, Ketakutan Ekstrem dan Tekanan Teknis Membayangi Pasar
Secara teknikal, ETH/USD menembus pola falling wedge pada grafik empat jam dan diperdagangkan di kisaran US$ 2.050. Target terukur berada di sekitar US$ 2.150, dengan potensi pengujian ulang ke area US$ 2.260 hingga US$ 2.500 apabila momentum berlanjut. Level psikologis US$ 2.000 menjadi support kunci, sementara area US$ 1.880–US$1.900 dinilai sebagai zona akumulasi kuat berdasarkan distribusi basis biaya on chain.
Menilik data CoinMarketCap, harga ETH menguat 5,39% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$ 2.046 pada Sabtu (14/2/2026) pagi waktu Asia. Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar ETH menjadi sekitar US$ 246,95 miliar.
Berdasarkan data CoinMarketCap, volume perdagangan harian ETH tercatat mencapai US$20,19 miliar atau naik 0,96% dalam periode yang sama. Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di kisaran 8,18%, mencerminkan aktivitas transaksi yang tetap solid di tengah penguatan harga. Dari sisi fundamental, total dan suplai beredar Ethereum tercatat sebesar 120,69 juta ETH, tanpa batas maksimum suplai. Dalam grafik pergerakan 24 jam, ETH sempat bergerak di bawah US$ 1.950 sebelum reli dan menembus area US$ 2.000, lalu bertahan di atas level tersebut hingga perdagangan terakhir. Penguatan ini memperpanjang momentum rebound ETH di tengah membaiknya sentimen pasar kripto global dan meningkatnya minat investor terhadap aset digital berkapitalisasi besar.

