ETF Ethereum Spot Mulai Diperdagangkan, Harga ETH Balik Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Exchange-Traded Fund (ETF) Ethereum (ETH) Spot yang mulai diperdagangkan pada 23 Juli 2024 dipercaya berkontribusi pada keuntungan pasar. Adapun, per hari ini harga ETH tercatat telah naik 3,76% dalam sepekan.
“Hal itu mencerminkan sentimen bullish yang meluas di pasar kripto,” ucap Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha secara tertulis, Selasa (23/7/2024).
Ethereum pun mendapat manfaat dari sentimen pasar yang positif secara keseluruhan, meski pada tingkat yang lebih rendah. Berdasarkan data coinmarketcap.com yang selalu menjadi acuan Ajaib Kripto, harga ETH per pukul 17.26 WIB hari ini berada di level US$ 3.522,87, naik 0,77% dalam 24 jam terakhir. ETH berhasil berbalik arah, dibandingkan Selasa pagi WIB yang tercatat berada di zona merah.
Sedangkan ETF Bitcoin (BTC) Spot menghasilkan arus masuk sekitar US$ 1,24 miliar pekan lalu, selama lima hari perdagangan. Panji menilai, perolehan itu menunjukkan penutupan positif sepanjang tiga pekan terakhir.
“Lonjakan investasi ini memberikan momentum besar pada pergerakan harga Bitcoin, memperkuat keyakinan investor terhadap aset digital ini,” sambung dia.
Baca Juga
Ethereum ETF Resmi Diluncurkan Hari Ini, Berikut Sederet Dampak Positifnya
Bitcoin telah mengalami lonjakan harga yang luar biasa beberapa pekan terakhir. Pada Selasa (23/7/2024) pukul 08.00 WIB, BTC diperdagangkan di harga US$ 67.495, meski turun 0,96% dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin telah naik lebih dari 4,3% dalam sepekan terakhir dan melesat 18,75% dalam dua pekan terakhir. Lonjakan ini mendorong BTC ke level tertinggi enam pekan, dengan diperdagangkan di atas US$ 68.000 pada Senin (22/7/2024). Melonjak dari sekitar US$ 63.500 pada 15 Juli 2024.
Baca Juga
Harga ETH Merosot di Tengah Perdagangan ETF Ethereum Hari Ini
Faktor-faktor utama yang mendorong reli tersebut meliputi pengaruh politik, inflow ETF Bitcoin Spot, antusiasme ETF Ethereum, dan indikator ekonomi, serta data inflasi.
Panji menambahkan, situasi politik di AS berperan dalam membentuk sentimen pasar. “Peristiwa baru-baru ini, seperti penembakan Donald Trump dan pengunduran diri Presiden Joe Biden dari Pilpres AS, mempengaruhi kepercayaan investor,” ujarnya.
Selain itu, rumor bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) akan segera menyelesaikan kasus besar, disebut turut berpotensi memberikan dorongan tambahan pada pasar kripto.

