Saham Bank Tetap Menarik, Meski Pertumbuhan Laba Melambat, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Pertumbuhan laba bersih emiten sektor perbankan diperkirakan cenderung melambat tahun ini dengan penurunan masih wajar. Penurunan dipicu atas ekspektasi pertumbuhan kredit yang lebih rendah, dibandingkan realisasi tahun lalu.
Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Kamis (18/1/2024), menyebutkan bahwa emiten perbankan akan menghadapi tingkat pertumbuhan kredit yang lebih rendah dipengaruhi atas pemilu pada paruh pertama tahun 2024 yang bisa memicu pengereman permintaan kredit. Hal ini membuat tingkat pertumbuhan ROAE masing-masing bank akan bervariasi.
Baca Juga
Gubernur BI: Kemampuan Pendanaan Perbankan Tak Hanya Diukur dari DPK
Meskipun ada perlambatan, Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi peringkat overweight saham sektor perbankan dengan pilihan teratas saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Peringkat overweight tersebut mempertimbangkan bahwa ekonomi nasional akan mulai pulih memasuki semester II, yaitu tingkat permintaan kredit akan kembali melesat ke depan usai pemilu. Begitu juga dengan tingkat suku bunga Bank Indonesia diperkirakan turun sebanyak 75 bps mulai pertengahan tahun ini.
“Berbagai faktor tersebut kami melihat bahwa tingkat pertumbuh laba empat emiten bank papan atas masih bisa mencapai 10,4-12,4% tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu berkisar 14,8-20,4%. Begitu juga dengan peningkatan ROAE yang lebih rendah tahun ini, dibandingkan pencapaian tahun lalu,” tulisnya dalam riset tersebut.
Baca Juga
Begitu juga dengan tingkat pertumbuhan bank-bank berkapitalisasi kecil akan mencatatkan pertumbuhan lebih rendah berkisar 5,5%-154,6% dengan pergerakan ROAE yang cenderung beragam.
Secara industry, Mandiri Sekuritas menyebutkan, memang terjadi peningkatan likuiditas perbankan. Namun kondisi tersebut masih wajar, LDR sektor perbankan nasional masih mencapai 84,8% hingga November 2023 atau masih berada di bawah sebelum pandemi Covid-19 berkisar 88,3-95.5%.
Hal ini menggambarkan bahwa perbankan masih memiliki kemampuan besar untuk mengakselerasi pertumbuhan kredit. Aliran dana juga diperkirakan cenderung meningkat setelah selesai pemilu yang tentu dapat mempercepat pertumbuhan penyaluran kredit.
Baca Juga
Didukung Sejumlah Sentimen Ini, Saham BTN (BBTN) Lanjutkan Penguatan
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor perbankan dengan pilihan teratas saham BBRI dengan target harga Rp 5.825.
Mandiri Sekuritas juga merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 9.700, saham BBNI dengan target harga Rp 5.600, saham BNGA dengan target harga Rp 1.755, BBTN dengan target harga Rp 1.325, BRIS dengan target harga Rp 1.930, dan BTPS dengan target harga Rp 1.715. Sedangkan saham ARTO dan BNLI direkomendasikan netral dengan target harga masing-masing Rp 3.460 dan Rp 935.
Prospek Saham Bank
Sumber: Mandiri Sekuritas

