IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Tiga Saham Dipimpin MYOR Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2/2026), diprediksi bergerak terbatas dalam rentang 7.858-8.89. Tiga saham pilihan dengan rekomendasi beli hari ini, yaitu INDF, MYOR, dan UNVR.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa tekanan indeks masih terpusat pada saham-saham konglomerasi, seiring berlanjutnya narasi MSCI, di tengah rilis inflasi Januari yang meningkat ke 3,55% (YoY) dan surplus neraca perdagangan yang berlanjut selama 68 bulan.
Baca Juga
Data Pemilik Saham di Atas 1% Akan Dipublikasikan mulai Bulan Ini
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, IHSG diproyeksikan bergerak terbatas dengan support di 7.858 dan resistance di 8.089, sembari mewaspadai potensi tekanan jual lanjutan. “Pasar cenderung wait and see menantikan hasil komunikasi regulator–MSCI terkait transparansi pasar, serta langkah kebijakan awal dari kepemimpinan baru regulator,” tulisnya.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi pergerakan bursa saham dunia, seperti lompatan indeks Dow Jones sebanyak 1,05%. Begitu juga dengan S&P500 naik 0,54% dan Nasdaq menguat sebanyak 0,56%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham INDF dengan target harga Rp 7.200-7.450, MYOR dengan target harga Rp 2.430-2.520, dan UNVR dengan target harga Rp 2.100-2.160.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup jatuh parah sebanyak 406,88 poin (4,88%) menjadi 7.922. Meski demikian, pemodal asing justru agresif memborong saham yang ditunjukkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 654,93 miliar di seluruh pasar, terbanyak saham BBCA senilai Rp 427,48 miliar.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan indek saham bursas Asia. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penurunan paling dahysat dicatatkan saham material dasar melemah 10,74%, sektor energi turun 7,66%, sektor consumer primer melemah 7,67%, seketor infrastruktur turun 6,06%, sektor property melemah, 6,27%.
Penurunan indeks juga dipicu atas kejatuhan saham-saham konglomerasi, seperti saham Sinarmas DSSSA, saham AMMN, saham grup Aguan PANI dan CBDK, saham Prajogo Pangestu BREN, BRPT, TPIA, PTRO, dan saham konglomerasi Happy Hapsoro, dan emiten Haji Isam.
