Saham Emiten Prajogo Akhirnya Rebound, TPIA Memimpin
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten Prajogo Pangestu kompak rebound pada penutupan perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/2/2024). Penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Penguatan saham emiten Prajogo ini berbanding terbalik dengan transaksi dalam beberapa hari terakhir yang cenderung turun atau sejak saham CUAN dikeluarkan dari daftar MSCI indeks awal bulan ini. Rebound saham tersebut bersamaan dengan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sepanjang sesi I.
Baca Juga
Volume Penjualan Bijih Nikel akan Melesat, Target Saham Antam (ANTM) Direvisi Naik
Data BEI menyebutkan saham TPIA melesat Rp 560 (13,83%) menjadi Rp 4.610. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 4.070-4.760.
Penguatan juga melanda saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak Rp 600 (10,13%) menjadi Rp 6.525. Saham ini berhasil rebound hari ini setelah tiga hari terakhir menunjukkan koreksi dalam.
Penguatan selanjutnya melanda saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan kenaikan Rp 300 (5,85%) menjadi Rp 5.425. Saham perusahaan pembangkit listrik panas bumi ini bergerak dalam rentang Rp 5.125-5.550.
Terakhir saham PT Barito PacifikT bk (BRPT) dengan kenaikan tipis Rp 20 (1,99%) menjadi Rp 1.022. Begitu juga dengan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang baru saja masuk dalam grup Prajogo, berhasil naik Rp 140 (3,10%) menjadi Rp 4.660.
Baca Juga
Rancang Private Placement dan Rights Issue, Harita Nickle (NCKL) Ingin Akuisisi Ini
Sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (16/2/2024), kembali melesat 46,02 poin (0,63%) menjadi 7.349,30. IHSG bergerak hijau sepanjang sesi dalam rentang 7.303,28-7.370,57.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor material dasar 0,48%, sektor kesehatan 0,67%, sektor energi 0,19%, sektor sektor keuangan 0,07%, dan sektor industry 0,05%.
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer 1,06%, sektor teknologi 1,56%, sektor properti 1,37%, sektor transportasi 0,78%, sektor infrastruktur 0,38%, dan sektor konsumer non primer 0,53%.

