Net Sell Berlanjut Rp 1,53 Triliun, Sebaliknya Asing Mulai Masuk Saham Bank
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,53 triliun, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026), ditutup rebound signifikan 97,41 poin (1,18%) menjadi 8.329.
Net sell terbanyak disumbangkan saham TLKM senilai Rp 279,28 miliar, PTRO sebanyak Rp 182,16 miliar, BUMI senilai Rp 179,18 miliar, DEWA senilai Rp 135,18, dan IMPC senilai Rp 126,65 miliar.
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda lima saham berikut, yaitu saham BULL sebanyak Rp 254,21 miliar, BBRI mencapai Rp 177,65 miliar, ANTM senilai Rp 124,38 miliar, dan EXCL sebanyak Rp 69,88 miliar.
Baca Juga
Purbaya Sebut Pengunduran Dirut BEI Beri Sinyal Positif ke Pasar Modal
Terkait rebound indeks hari ini didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor transportasi melesat 6,14%, sektor keuangan 3,05%, sektor consumer non primer 1,97%, sektor teknologi 1,70%, dan sektor property 1,47%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry dan consumer primer.
Kenaikan itu juga ditopang penguatan saham-saham big cap, seperti saham DSSA menguat 5,32% menjadi Rp 99.000, AMMN menguat 6,29% menjadi Rp 7.600, BBCA melesat 2,78% menjadi Rp 7.400, BMRI menguat 4,10% menjadi Rp 4.820, dan UNTR naik 6,76% menjadi Rp 26.050.
Adapun saham dengan penguatan paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ERTX melesat sebanyak 35% menjadi Rp 270, saham ESTI melesat 34,67% menjadi Rp 202, FIRE melesat sebanyak 33,77% menjadi Rp 202, ELPI naik sebanyak 24,89% menjadi Rp 1.405, dan RDTX menguat 19,93% menjadi Rp 16.550.
Baca Juga
IHSG Berfluktuasi, Mirae Asset Soroti Pentingnya Strategi Diversifikasi Portofolio Investor
Meski tak ARA, saham ini melesat, seperti ZATA naik sebanyak 32,10% menjadi Rp 107, RONY menguat 23,93% menjadi Rp 3.780, dan BSIM menguat 23,08% menjadi Rp 1.200.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 88,36 poin (1,06%) menjadi 8.232, meskipun IHSG sempat anjlok 839 poin atau lebih dari 10% menjadi 7.481 pada intraday sesi I. Pemodal asing juga masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 4,44 triliun dengan sumbangan terbesar saham BBCA senilai Rp 2,05 triliun.
Adapun penurunan IHSG dalam dua hari lalu telah lebih dari 8%. Penurunan drastic setelah MSCI menangguhkan saham-saham Indonesia dalam perhitungan indeks MSCI dan meminta adanya transparansi kepemilikan saham emiten yang tercatat. OJK bersama SRO juga berencana menaikkan free float saham menjadi 15% sebagai respons tuntutan MSCI tersebut.

