IHSG Akhirnya Ditutup Rebound 1,18%, Tiga Saham Dipimpin ERTX Melesat di Atas 30%
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026), ditutup naik signifikan sebanyak 97,41 poin (1,18%) menjadi 8.329. Rentang pergerakan 8.167-8408 dengan nilai transaksi lebih dari Rp 32 triliun.
Penguatan ini didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor transportasi melesat 6,14%, sektor keuangan 3,05%, sektor consumer non primer 1,97%, sektor teknologi 1,70%, dan sektor property 1,47%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry dan consumer primer.
Kenaikan itu juga ditopang penguatan saham-saham big cap, seperti saham DSSA menguat 5,32% menjadi Rp 99.000, AMMN menguat 6,29% menjadi Rp 7.600, BBCA melesat 2,78% menjadi Rp 7.400, BMRI menguat 4,10% menjadi Rp 4.820, dan UNTR naik 6,76% menjadi Rp 26.050.
Baca Juga
Purbaya Sebut Pengunduran Dirut BEI Beri Sinyal Positif ke Pasar Modal
Adapun saham dengan penguatan paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ERTX melesat sebanyak 35% menjadi Rp 270, saham ESTI melesat 34,67% menjadi Rp 202, FIRE melesat sebanyak 33,77% menjadi Rp 202, ELPI naik sebanyak 24,89% menjadi Rp 1.405, dan RDTX menguat 19,93% menjadi Rp 16.550.
Meski tak ARA, saham ini melesat, seperti ZATA naik sebanyak 32,10% menjadi Rp 107, RONY menguat 23,93% menjadi Rp 3.780, dan BSIM menguat 23,08% menjadi Rp 1.200.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 88,36 poin (1,06%) menjadi 8.232, meskipun IHSG sempat anjlok 839 poin atau lebih dari 10% menjadi 7.481 pada intraday sesi I. Pemodal asing juga masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 4,44 triliun dengan sumbangan terbesar saham BBCA senilai Rp 2,05 triliun.
Baca Juga
Ketua OJK Pastikan Plt Dirut BEI Berasal dari Direksi yang Masih Menjabat
Adapun penurunan IHSG dalam dua hari lalu telah lebih dari 8%. Penurunan drastic setelah MSCI menangguhkan saham-saham Indonesia dalam perhitungan indeks MSCI dan meminta adanya transparansi kepemilikan saham emiten yang tercatat. OJK bersama SRO juga berencana menaikkan free float saham menjadi 15% sebagai respons tuntutan MSCI tersebut.
Penurunan dalam indeks kemarin dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, kecualisaham sektor transportasi yang baik 0,76%. Penurunan paling dalam melanda saham sektor konsumer primer, kesehatan, property hingga energi.
Meski IHSG terjun bebas, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan mengesankan, seperti saham KIOS naik 27,87% menjadi Rp 156, AGAR naik 24,46% menjadi Rp 346, ELIT naik 23,02% menjadi Rp 342, AGRO menguat 19,91% menjadi Rp 1.325, GPSO naik 18,09% menjadi Rp 555.
