Bitcoin Lesu Jelang FOMC, Investor Kembali ke ‘Safe Haven’ Tradisional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga aset kripto, Bitcoin (BTC) anjlok menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini. Harga Bitcoin saat ini bertengger di kisaran US$ 88.056, bahkan sempat terkoreksi ke level US$ 86.000 seiring meningkatnya ketidakpastian makro dan pergeseran sentimen pasar ke zona ‘extreme fear'.
Tekanan jual diperparah oleh kondisi pasar ETF Bitcoin Spot AS pekan lalu yang mencatatkan rekor outflow mingguan terbesar kedua dalam sejarah dengan total mencapai US$ 1,33 miliar.
“Hal itu menunjukkan adanya pengurangan eksposur secara masif oleh investor, setelah sempat mencatat net inflow sebesar US$ 1,42 miliar di pekan sebelumnya,” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Senin (26/1/2026).
Baca Juga
Di sisi makro, muncul kekhawatiran baru terkait perang dagang setelah Presiden Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100% pada barang Kanada. Hal ini membuat investor cenderung beralih ke aset safe haven tradisional.
“Silver (SLVON) mencatat rekor baru (all time high) tembus US$ 106 atau Rp 1,72 juta,” sambung Panji.
Menurut dia, fokus utama pasar kini tertuju pada pertemuan FOMC 28 Januari 2026. CME FedWatch memprediksi, The Fed akan menahan suku bunga probabilitas sebesar 97%.
Situasi semakin kompleks dengan adanya risiko government shutdown AS pada 31 Januari 2026 dengan peluang 78% menurut data Polymarket.
“Kombinasi antara ketegangan politik di Washington dan tekanan pada kebijakan moneter Fed menjadi faktor krusial yang diantisipasi akan menjadi penggerak volatilitas besar bagi harga Bitcoin dalam beberapa hari ke depan,” jelas Panji.
Baca Juga
Didukung Kebijakan Pro Kripto AS, CZ Prediksi 2026 Jadi Tahun Bitcoin Super Cycle
Sementara hari ini, Bitcoin diprediksi bergerak dalam rentang US$ 85.000 - US$ 88.000 dan Ethereum berpotensi menyentuh level antara US$ 2.700 - US$ 2.900.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah 0,29% bertengger di US$ 88.056 atau sekitar Rp 1,49 miliar, kembali turun setelah gagal melewati pergerakan rata-rata 50 hari terakhir (MA-50) pekan lalu. Dominasi pasar BTC (BTC) kini berada di level 59,85%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga turun 2,8% ke level US$ 2,9 triliun.

