Emiten Emas Menggila! EMAS hingga MDKA Rally, IHSG Ikut Melonjak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten emas perkasa pada perdagangan awal, Senin (26/1/2026). Kenaikan tersebut berdampak terhadap lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), meski indeks saham Asia dilanda pelemahan.
Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.34 WIB, penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebanyak 11,74% menjadi Rp 6.900, bahkan saham emiten ini sempat sentuh level tertinggi baru intraday Rp 6.950. Kenaikan tersebut mendongkrak kapitalisasi pasar (market cap) saham ini menjadi Rp 110,83 triliun.
Baca Juga
Kenaikan juga dicatatkan saham induknya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik sebanyak 5,15% menjadi Rp 3.470. Saham emiten yang teraffiliasi dengan Erick Thohir ini bergerak dalam rentang Rp 3.330-3.480.
Kenaikan juga melanda saham saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), emiten yang dikendalikan Peter Sondakh, berhasil catatkan kenaikan pesat mencapai 7,49% menjadi Rp 2.080. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.980-2.080. Kenaikan pesat juga melanda saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sekitar 10% menjadi Rp 4.710.
Penguatan juga melanda saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat sebanyak 7,26% menjadi Rp 665 dan PT Indika Energy Tbk (INDY) juga berhasil catatkan kenaikan 0,54%) menjadi Rp 3.720. Begitu juga denganan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melesat 8% menjadi Rp 1.350.
Baca Juga
Hingga pukul 09.35 WIB, IHSG berhasil mencatatkan lomaptan sebanyak 80 poin (0,92%) menjadi 9.033. Kenaikan tersebut ditopang lompatan saham sektor material dasar lebih dari 4,80%. Rentang pergerakan 8.951-9.039.
Adapun, harga emas melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, menembus level US$5.000 per ons pada Senin (26/1/2026) dan memperpanjang reli pemecahan rekor. Investor mencari aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global.
Harga emas spot dan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari masing-masing naik 1,2%, diperdagangkan di level US$5.042 dan US$5.036 per ons.
Baca Juga
IHSG Dibuka Menguat Sentuh Level 9.007, Saham LMPI Dibuka Melesat
Lonjakan logam mulia ini terjadi seiring munculnya berbagai titik panas geopolitik terbaru, mulai dari Greenland dan Venezuela hingga Timur Tengah, yang menegaskan meningkatnya risiko geopolitik global dan memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian.
“Kenaikan lanjutan terbaru pada harga emas dan perak terjadi seiring isu geoekonomi yang terkait dengan Greenland,” tulis HSBC dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Grafik Saham Emiten Emas

