IHSG Cenderung Melemah Terbatas, Saham Pilihan Ada AADI hingga SRTG
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/1/2026), diproyeksikan melemah terbatas dengan rentang pergerakan 8.945-9.074. Tiga saham pilihan hari ini adalah HMSP, AADI, dan SRTG.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan peluang menutup gap di area 8.945. Meski risiko geopolitik cenderung mereda, ketidakpastian global belum sepenuhnya hilang, tercermin dari bertahannya harga emas yang di atas US$ 4.900/ons.
Baca Juga
“Pergerakan indeks juga akan mencermati keputusan suku bunga BoJ serta rilis M2 Money Supply Indonesia sebagai katalis arah selanjutnya,” tulisnya dalam riset pagi ini.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penguatan Dow Jones semalam sebanyak 0.63%. Begitu juga dengan S&P500 naik 0,55% dan Nasdaq melesat 0,915.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HMSP dengan target harga Rp 840-860, AADI dengan target harga Rp 8.275-8650, dan SRTG dengan target Rp 2.020-2.150. Sebaliknya saham FUTR direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG berbalik melemah 18,15 poin (0,20%) menjadi 8.992 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,32 triliun oleh pemodal asing. Net sell terbanyak kembali melanda saham BBCA Rp 959,34 miliar.
Baca Juga
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, LPS Pertahankan Bunga Penjaminan
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas penurunan saham sektor energi 1,86%, industry 0,97%, material dasar 0,88%, konsumer primer 0,81%, teknologi 1,70%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer non primer, infrastruktur, dan property.
Meski IHSG melemah, beberapa saham berikut torehkan penguatan harga, seperti saham LAJU melesat 34,67% menjadi Rp 101, DAAZ naik 24,86% menjadi Rp 4.570, ASGR naik 24,71% menjadi Rp 1.590, LPCK naik 24,43% menjadi Rp 815, PUDPP naik 24,55% menjadi Rp 685, dan AIMS menguat 24,43% menjadi Rp 815.
ARA juga melanda saham RMKO naik 24,77% menjadi Rp 1.385, dan UANG naik 20% menjadi Rp 7.500, dan PGUN naik 19,87% menjadi Rp 13,725. Meski tak ARA, saham LPKR naik 30,61% menjadi Rp 128.

