Cermati Pergerakan Saham HMSP, PTBA, dan SRTG Saat IHSG Cenderung Melemah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah, Rabu (22/11/2023). Rentang pergerakan antara 6.915-7.011.
“Pergerakan indeks berpotensi mixed to lower setelah membentuk pola tweezer top candlestick pattern, disusul indikator RSI yang terindikasi overbought,” jelas Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta, Selasa (22/11/2023).
Adapun Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, sementara volume terus meningkat. Support IHSG diproyeksi berada pada level 6.915 hingga 6.886. Sedangkan resistance berada pada level 7.011 hingga 7.079.
Secara teknikal, Nafan Aji pun merekomendasikan saham HMSP untuk diakumulasi hari ini, dengan pergerakan harga sekitar Rp 940-995.
Baca Juga
“Pergerakan harga saham masih membentuk fase bullish consolidation setelah menguji batas MA20 (moving average 20 days) dengan membentuk pola tweezer bottom candlestick pattern sebelumnya,” sambung Nafan.
Adapun MA20&60 telah membentuk pola golden cross, dan RSI masih positif di atas level 60. Akumulasi pun disarankan dengan target harga secara bertahap di level Rp 995 dan Rp 1.155. Support harga saham ini berada pada rentang Rp 940 dan Rp 885.
Nafan juga memilih saham PTBA untuk diakumulasi dengan pergerakan harga di kisaran Rp 2.370-2,590. Pergerakan harga saham berpotensi mengalami penguatan setelah RSI menunjukkan oversold sebelumnya.
Sementara itu, Stochastics K_D dan RSI saham PTBA menunjukkan sinyal positif. Akumulasi bisa dilakukan dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.590 dan Rp 2.710 dan support Rp 2.370 dan Rp 2.310.
Terakhir, Mirae menyarankan akumulasi saham SRTG dengan target harga Rp 1.620-1.765 secara bertahap dan support di kisaran Rp 1.475-1.405. Saham ini diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 1.475-1.620.
Baca Juga
“Pergerakan harga saham berpotensi mengalami penguatan setelah berhasil rebound dari batas bawah pada pola major down channel. Adapun Stochastics K_D dan RSI untuk SRTG menunjukkan sinyal positif,” jelas dia.
Sebelumnya IHSG ditutup turun 0,48% menjadi 6.961.790 pada perdagangan Selasa (21/11/2023). Sektor Infrastruktur dan Kesehatan memimpin penurunan dengan saham seperti BREN, WIKA, dan MIKA. Investor asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 338 miliar, di antaranya pada saham BBCA, BBRI, dan GOTO.
“Sedangkan bursa US ditutup melemah pada perdagangan Selasa. Risalah rapat FOMC masih mengkhawatirkan inflasi yang mungkin masih bisa naik kembali,” ujar Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM.
Penjualan rumah periode Oktober mengalami penurunan 4,1% (MoM) menjadi 3,79 juta unit dan menjadi level terendah sejak Agustus 2010. Dow Jones turun 0,8%, S&P turun 0,2%, dan Nasdaq turun 0,59%. (CR-10)
Baca Juga
Saham EDGE dan DCII Kompak ARA, Kekayaan Otto Toto Sugiri Melesat

