Trafik Pasien Meningkat di Sejumlah Rumah Sakit, Saham Siloam (SILO) Pilihan Teratas
JAKARTA, Investortrust.id – Performa keuangan emiten rumah sakit diperkirakan menunjukkan perbaikan sepanjang kuartal III-2023 dan diharapkan berlanjut sampai akhir tahun. Pertumbuhan dipengaruhi atas peningkatan trafik jumlah pasien di sejumlah rumah sakit.
Tren peningkatan jumlah pasien yang berkunjung ke rumah sakit juga ditunjukkan kenaikan klaim BPJS Kesehatan dari mayoritas rumah sakit sepanjang kuartal III-2023. Peningkatan trafik juga dipengaruhi atas memburuknya kualitas udara Jakarta yang berdampak terhadap peningkatan jumlah pasien masuk rumah sakit.
Baca Juga
Naik 16,33%, Piutang Industri Pembiayaan Capai Rp 453,16 Triliun
Mandiri Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) akan menjadi emiten rumah sakit yang paling diuntungkan atas peningkatan jumlah pasien yang berkunjung ke rumah sakit. Hal ini didukung bauran pasien yang berkunjung ke rumah sakit perseroan didominasi pembayaran melalui asuransi swasta, dibandingkan BPJS.
Sebagaimana diketahui harga asuransi kesehatan swasta lebih tinggi, dibandingkan dengan nilai klaim BPJS Kesehatan. Hal ini membuat pertumbuhan pendapatan SILO lebih tinggi, dibandingkan emiten rumah sakit lainnya di dalam negeri. Tingkat pertumbuhan lebih tinggi tersebut sudah terjadi sejak kuartal IV-2022 hingga saat ini.
“Peningkatan pendapatan perseroan ditopang atas rata-rata pendapatan perseroan dari setiap pasien mengalami peningkatan, karena adanya tren peningkatan harga melalui pembayaran mandiri atas asuransi swaasta. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah pasien yang berkunjung ke sejumlah rumah sakit perseroan,” terangnya.
Baca Juga
Saham Siloam (SILO) Dinilai Terlalu Murah, Sekuritas Ini Sebut Alasannya
Terkait dampak kunjungan rumah sakit setelah pemburukan kualitas udara Jakarta, Mandiri Sekuritas menyebutkan, perburukan kualitas udara tersebut telah memicu peningkatan gangguan pernafasan sejumlah penduduk sepanjang kuartal III-2023. Terjadi peningkatan jumlah pasien penduduk yang mengalami gangguan pernafasan sejak semester II-2022 hingga kini.
Peningkatan jumlah penderita gangguan pernafasatan tersebut terlihat dari peningkatan kontribusi pendapatan rumah sakit emiten ini dari wilayah Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Meski gangguan pernafasan tersebut tidak sampai membuat rawat inap, namun tetap saja beberapa penduduk berobat ke rumah sakit.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan saham SILO sebagai pilihan teratas untuk emiten rumah sakit dengan target harga Rp 2.980. Dengan harga penutupan saham SILO Rp 2.200 kemarin, terbuka potensi lompatan harga saham SILO sebanyak 35,45% dalam beberapa bulan ke depan. Sedangkan saham HEAL direkomendasikan beli dengan target harga direvisi turun dari Rp 1.900 menjadi Rp 1.620.
Baca Juga
Mandiri Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih SILO dari Rp 696 miliar menjadi Rp 1,05 triliun pada 2023. Sedangkan pendapatan diperkirakan naik dari Rp 7,39 triliun menjadi Rp 8,45 triliun.

