IHSG Pekan Ini Bisa Sentuh 9.200, Saham JPFA, BBRI, dan AADI Jadi Pilihan Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mampu menguji level resistance di 9.200 pada pekan ini. Indeks diproyeksikan cenderung konsolidasi dengan rentang pergerakan support 9.000 dan resistance 9.200.
Equity Analyst Riset Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, fokus pasar pekan ini tertuju pada rilis data dan keputusan kebijakan global serta domestik. Di antaranya, perhatian investor terhadap rilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 dengan konsensus 4,4% yoy, disertai data penjualan ritel dan tingkat pengangguran Desember 2025.
Baca Juga
Prabowo Akan Sampaikan Pidato Kunci di WEF Davos 2026 pada 22 Januari 2026
Pemodal juga menyoroti keputusan Loan Prime Rate (LPR), meski konsensus memperkirakan suku bunga tetap di tengah ruang pelonggaran People’s Bank of China (PBOC).
Sedangkan sentimen dari pasar domestik, terang dia, investor menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia. Pasar memperkirakan BI menahan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Sementara dari Amerika Serikat, rilis Core PCE Price Index konsensus 2,7% yoy dipantau sebagai indikator inflasi utama dan acuan kebijakan Federal Reserve.
Di tengah peluang pergerakan harga tersebut, tiga Saham ini direkomendasikan belioleh IPOT:
Baca Juga
ESTI, ZATA, dan BELL Naik Melesat di Atas 34%, Sentimen Ini Jadi Pemicu
JPFA
Saham ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.880. Katalis utama JPFA berasal dari kenaikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 menjadi Rp335 triliun, melonjak lebih dari lima kali lipat dari realisasi tahun sebelumnya Rp 51,5 triliun. Sebagai produsen unggas terintegrasi, JPFA dinilai berada pada posisi strategis untuk menyerap peningkatan permintaan protein hewani.
BBRI
Saham BBRI direkomendasikan buy on breakout dengan target harga Rp 4.060. Saham ini direkomendasikan beli ditopang kuatnya arus dana asing. Investor asing mencatat net buy Rp 575,7 miliar dalam sepekan, mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap sektor perbankan besar Indonesia.
AADI
Saham AADI direkomendasikan buy on breakout dengan targetharga Rp 8.300. AADI didukung sentimen penguatan harga batu bara mendekati US$110 per ton menjelang peluncuran lebih dari 100 PLTU baru di China.

