IHSG Senin (23/12/2024) bisa Terkoreksi, Saham JPFA dan PANI Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/12/2024), diprediksi lanjutkan bearish menuju tren support selanjutnya 6.843. Hal ini terjadi setelah indeks pekan lalu terjerembab sebanyak 4,65% menjadi 6.983.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks dalam rentang 6.843-7.110. Sedangkan resisten sementara indeks dalam kisaran 7.110.
Baca Juga
Lonjakan Yield USTreasury 10 Tahun Mereda, tapi Masih Bertengger di Atas 4,5%
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi lomptan bursa saham Wall Street akhir pekan lalu, seperti Dow Jones melesat 1,18%. Lompatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 1,09% dan indeks Nasdaq menguat 1,03%.
Terkait saham pilihan awal pekan jelang perayaan Natal adalah saham JPFA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.030-2.160 dan saham PANI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 18.500-19.650. Sebaliknya saham ANTM dan TINS direkomendasikan jual.
Indesk sepanjang pekan lalu tercatat sebagai pekan tersuram setelah terjadi penurunan indeks lebih dari 4,65% ke bawah level 7.000. Penurunan tersebut juga diparparah aksi jual saham secara massif oleh pemodal asing mencapai Rp 4,08 triliun.
Baca Juga
Tarif Terlalu Tinggi, Trump Ancam Ambil Alih Kendali Terusan Panama
Berdasarkan data penurunan indeks terdalam melanda sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor material dasar sebanyak 8,21%, sektor industry 5,51%, sektor transportasi 5,15%, sektor consumer primer 4,82%, dan sektor property 6,14%.
Meski IHSG anjlok 4,65%, sejumlah saham masih catatkan lomptan harga mengesankan saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) dengna kenaikan 88,89% dari Rp 72 menjadi Rp 136 dan disusul PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 68,78% dari Rp 474 menjadi Rp 800.
Grafik IHSG

