AKR Corporindo (AKRA) Bidik Kenaikan Laba 7–10% di 2026, Bagaimana Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan pertumbuhan laba sebesar 7–10% pada 2026. Proyeksi tersebut didukung oleh pertumbuhan bisnis inti sebesar 4–6% serta penjualan lahan industri seluas 90–100 hektare.
Guna mendukung pertumbuhan tersebut, AKRA menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 1,2 triliun tahun ini. Dana tersebut akan dialokasikan untuk ekspansi terminal tangki di Morowali, Sragen, dan Palaran, serta pengadaan kapal dan truk guna memperkuat bisnis perdagangan dan distribusi.
Baca Juga
Laba AKR Corporindo (AKRA) Naik Segini hingga September 2025
Manajemen AKRA juga berkomitmen untuk mempertahankan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) berkisar 70–90%. Kebijakan ini berpotensi memberikan dividen yield sebesar 6–8%.
“Dengan proyeksi pertumbuhan laba, strategi ekspansi, dan kepastian kebijakan dividen, AKRA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.600 per saham,” tulis riset harian Mandiri Sekuritas di Jakarta, pekan ini.
Sementara itu, AKR Corporindo (AKRA) berencana mengalihkan saham hasil pembelian kembali (buyback) melalui Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Ownership Program/MESOP).
Baca Juga
Perseroan dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menjelaskan bahwa pengalihan saham buyback tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 April 2024.
Perseroan telah mendapatkan persetujuan untuk mengalihkan sebanyak 156,5 juta saham melalui program MESOP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62,6 juta saham telah dialihkan pada periode 2–31 Agustus 2024 (Tahap I) dan 1–31 Agustus 2025 (Tahap II).
Setelah pelaksanaan Tahap I dan II, tersisa 93,9 juta saham yang masih akan dialihkan melalui program MESOP. “Dengan demikian, jumlah saham buyback Perseroan yang belum dialihkan, termasuk bagian yang masih dalam Program MESOP mencapai 273.705.000 saham,” tulisnya.

