Bagikan

Laba Sektor Perbankan Diprediksi Naik Jadi Rp 205,5 Triliun di 2026, Dua Saham Ini Jadi Pilihan Teratas

Poin Penting

Laba perbankan 2026 diproyeksi Rp205,5 T (+5,1% YoY)
Pertumbuhan kredit 2026 naik ke 11%, segmen wholesale dominan
Rekomendasi sektor tetap Neutral, BBCA dan BTPS jadi top picks

JAKARTA, investortrust.id – Sektor perbankan diperkirakan catatkan kinerja positif pada 2026, meski masih dibayangi tekanan margin, risiko kualitas aset, dan ketidakpastian makro. Laba bersih emiten sektor ini diprediksi mencapai Rp 205,5 triliun atau tumbuh 5,1% dari tahun lalu.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (13/1/2025) menyebutkan bahwa peningkatan laba sejalan dengan prediksi pertumbuhan kredit, meski margin bunga bersih (net interest margin/NIM) cenderung stagnan.

Baca Juga

BRI Outlook: Daya Beli Kelas Atas Pun Merosot

Secara konsensus, pasar memproyeksikan laba bersih sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 215,9 triliun atau bertumbuh 9,2% dari target laba tahun 2025. Target optimistis consensus ini mengasumsikan pemulihan yang lebih cepat serta ekspansi margin yang lebih kuat.

Valuasi saham bank

Terkait kredit, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, pertumbuhan diproyeksikan lebih tinggi berkisar 11% sepanjang 2026, dibandingkan proyeksi tahun 2025 sebanyak 9,1%. Segemen wholesale menjadi pendorong utama dengan tenor investasi jangka panjang yang lebih stabil.

“Meski demikian, kompetisi yang semakin ketat di segmen korporasi blue-chip berpotensi menekan yield kredit. Kondisi ini diperkuat pemulihan berbentuk K-shape, yang memusatkan likuiditas dan daya tawar pada segmen korporasi dan rumah tangga menengah-atas. Yield kredit yang lebih lemah diperkirakan akan mengimbangi perbaikan cost of fund (CoF), sehingga menekan NIM tahun ini,” tulis riset tersebut.

Baca Juga

Prospek Kuat di 2026, Target Harga Saham BTN (BBTN) Dipatok di Level Ini

Sementara itu, risiko kredit konsumer masih menjadi sorotan dengan rasio NPL menembus level tertinggi historis di 2,4%. Sementara pinjaman investasi yang didominasi korporasi besar justru mencatat NPL historis terendah 1,4% per September 2025.

Sejumlah faktor tersebut mendorong BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi neutral untuk sektor perbankan dengan saham pilihan teratas BBCA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 10.800 dan BTPS dengan target harga Rp 1.600. Kedua emiten ini memiliki profil laba yang lebih aman dan kualitas aset yang relatif kuat.

Target Harga Saham Bank (Sumber:BRI Danareksa Sekuritas)
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024