IHSG Diprediksi Bergerak Bervariasi, 4 Saham Ini Jadi Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/11/2024), diproyeksikan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. Pergerakan indeks diperkirakan dalam rentang 7.119-7.242.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi aksi tunggu investeor terhadap risalah FOMC minutes serta PCE Inflasi As pada Oktober 2024. Sedangkan bursa Asia pagi inmi dibuka menguat, seperti indeks Nikkei 225 dan indeks Kospi.
Baca Juga
Bertumbuh Kuat hingga Oktober, Bagaimana Tren Penjualan November dan Desember Tahun Ini?
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi lompatan bursa saham Wall Street akhir pekan lalu, yaitu Dow Jones ditutup menguat 0,97%. Penguatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,35% dan Nasdaq sebanyak 0,16%.
Sedangkan secara teknikal, Reliance Sekuritas menyebutkan, candle indeks berbentuk bullish harami. Indikator stochastic mengungkapkan bahwa IHSG sedang golden cross pada area oversold. Pola teknikal tersebut mengindikasikan terbukanya peluang penguatan indeks.
Di tengah potensi pergerakan tersebut, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli empat saham hari ini, yaitu saham UNTR dengan target harga Rp 28.875, PTBA dengan target harga Rp 3.000, saham PWON dengan target harga Rp 478, dan saham CPIN dengan target harga Rp 5.025.
Baca Juga
Dilepas JD Sports Inggris, Erajaya (ERAA) Kini Jadi Pengendali Tunggal Gerai JD Sports di Indonesia
IHSG sepanjang pekan lalu ditutup menguat 34,30 poin (0,48%) menjadi 7.195,56. kenaikan sebanyak 341 saham, sebanyak 234 saham tak mengalami perubahan harga, dan sebanyak 370 saham mencatatkan penuruna. Meski IHSG pekan ini ditutup menguat kapitalisasi pasar (market cap) BEI masih turun tipis 0,08% menjadi Rp 12.053 triliun.
Penguatan indeks pekan 18-22 November tersebut ditopang atas kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 4,56%, sektor infrastruktur 2,03%, sektor materal dasar 1,25%, sektor consumer primer 2,22%, dan sektor energi 0,35%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property, sektor consumer non primer, dan sektor industry.
Terkait aksi pemodal asing, BEI mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor luar negeri masih berlanjut dengan total Rp 3,65 triliun pekan ini. Penyumbang terbesar masih datang dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,65 triliu dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,16 triliun.
Grafik IHSG

