IHSG Diprediksi Bergerak Bervariasi, tapi 4 Saham Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/10/2024), masih bergerak di area support MA60 level 7.500. Sedangkan pergerakan hari ini diprediksi dalam rentang 7.504-7.707.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa belum ada perubahan pola pergearkan indeks hingga kini, menyusul penguatan tipis kemarin. Pemodal juga disarankan untuk tetap mewaspadai koreksi, apabila IHSG turun ke bawah level support 7.454.
Baca Juga
Kontribusi Penjualan Nikel Terus Membesar, Begini Dampaknya bagi Saham Harum Energy (HRUM)
Sedangkan beberapa saham yang direkomendasikan beli hari ini adalah saham ABMM dengan target harga Rp 4.520-.4800, saham AMRT dengan target harga Rp 3.330-3.600, saham CMRY dengan target harga Rp 5.650-5.950, dan saham GOTO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 67.74.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penurunan tajam bursa saham Wall Street semalam, seperti Dow Jones turun 0,94%, S&P500 melemah 0,96%, dan Nasdaq turun 1,18%. Begitu juga dengan pasar Eripa ditutup bervariasi.
IHSG kemarin ditutup naik tipis 8,05 poin (0,11%) menjadi 7.504,14. Pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 796,21 miliar, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 452,06 miliar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 386,09 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 62,90 miliar.
Baca Juga
Wall Street Tertekan Sentimen Harga Minyak dan Obligasi AS, Dow Anjlok 400 Poin
Penguatan indeks ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi 2,76%, sekto material dasar 1,51%, sektor property 1,32%, sektor consumer non primer 0,88%, sektor kesehatan 0,43%, dan sektor energi 0,81%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor industry dan sektor keuangan.
Sebaliknya penguatan melanda sejumlah saham berikut, yaitu dua saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) melesat sebanyak 34,74% menjadi Rp 93 dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menguat 34,81% menjadi Rp 182.
Grafik IHSG

