Akhirnya Rebound, Saham GOTO Ditutup Melesat 17,46%
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil catatkan lompatan harga sebanyak Rp 11 (17,46%) menjadi Rp 74 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indoensia (BEI), Rabu (6/3/2024).
Penguatan tersebut berhasil mematahkan tren penurunan saham teknologi raksasa Indonesia ini dalam enam hari transaksi terakhir. Sebagaimana diketahui, saham GOTO telah menunjukkan tren penurunan sejak 27 Februari dari Rp 80 menjadi Rp 63 pada penutupan perdagangan kemarin.
Baca Juga
GOTO memimpin sebagai saham sektor teknologi dengan penguatan tertinggi mengalahkan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan kenaikan 7,89% menjadi Rp 164, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) naik 0,42% menjadi Rp 476, dan PT WIR Asia Tbk (WIRG) dengan kenaikan 4,76% menjadi Rp 110.
Lompatan harga saham GOTO tersebut berimbas terhadap penguatan indeks saham sektor teknologi sebanyak 5,31% sepanjang hari ini. Lompatan sektor teknologi tersebut juga berimbas terhadap kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sebanyak 82,34 poin (1,14%) menjadi 7.329,34.
Sebelumnya, manajemen GOTO telah memaparkan 3 strategi penting untuk genjot kinerja, agar mampu mencatatkan kinerja keuangan positif.
Baca Juga
Pertama, GOTO meluncurkan berbagai produk dan inovasi, dengan menyasar segmen konsumen yang memprioritaskan harga terjangkau untuk memperluas pasar. Produk tersebut adalah GoCar Hemat, GoFood Mode Hemat, dan GoTransit.
“Perseroan akan terus mendorong peningkatan penggunaan produk-produk tersebut, sejalan dengan upaya untuk menjangkau pengguna baru,” papar Direktur sekaligus Chief Operating Officer GOTO Hans Patuwo.
Kedua, Perseroan berencana untuk mempompa monetisasi dari produk-produk keuangan yang memiliki take rate lebih tinggi. Oleh sebab itu, Perseroan meluncurkan layanan GoPay Pinjam yang telah menunjukkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2023.
Baca Juga
Ikut Beli Saham GOTO, Mantan Dirut Bursa Ini Percaya Prospek GOTO
Ketiga, Perseroan juga akan terus memperkuat fundamental Perseroan dengan mengelola beban usaha secara disiplin, termasuk beban infrastruktur dan pengembangan teknologi informasi, beban operasional tetap, serta insentif dan promosi.
“Kami meyakini ruang pertumbuhan GOTO masih terbuka lebar, didukung oleh kinerja Perseroan yang semakin solid. Profitabilitas tetap menjadi tujuan utama, seiring upaya kami terus mendorong pertumbuhan bisnis dengan memperluas pasar potensial (total addressable market) yang berfokus pada segmen pengguna yang memprioritaskan harga,” paparnya.

