IHSG Sesi I Akhirnya Ditutup Rebound, 6 Saham Ini Melesat sampai ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (31/10/2024), ditutup rebound sebanyak 14,12 poin (0,19%) menjadi 7.583,97. Rebound ini merupakan yang pertama dalam enam hari berturut-turut.
Sejalan dengan lompatan IHSG hingga turun rehat siang ini, sebangak enam saham mencatatkan penguatan mengesankan hingga auto reject atas (ARA). Saham GPSO dan DKFT menjadi pencetak keuntungan terbesar.
Baca Juga
Laba Atribusi BSD (BSDE) Melesat 52,68% hingga Kuartal III-2024
Penguatan indeks sesi I ini ditopang penguatan beberapa sektor saham, seperti saham sektor energi 1,04%, sektor konsumer primer 0,96%, sektor keuangan 0,54%, sektor infrastruktur 0,10%, dan sektor industri 0,43%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar, kesehatan, teknologi, dan transportasi.
Sejalan dengan penguatan IHSG ini, enam saham berikut catatkan pengutan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melesat 34,72% menjadi Rp 194 dan PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) sebanyak 34,21% menjadi Rp 204.
ARA juga melanda saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) sebanyak 24,71% menjadi Rp 1.085, PT Jakarta International Hotels & Development TbK (JIHD) sebanyak 24,59% menjadi Rp 760, PT Fortune Indonesia Tbk menguat 24,74% menjadi Rp 6.075, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,41% menjadi Rp 790.
Baca Juga
Kemenkeu Pastikan Aktivitas Ekspor dan Impor Sritex Tetap Berjalan
Sebaliknya beberapa saham dengan pelemahan paling dalam, yaitu saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ), PT Megapower Makmur Tbk (MPOW), dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID).
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 36,75 (0,48%) menjadi 7.569,85. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham hingga Rp 1,42 triliun, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 571,90 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 299,13 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 212,33 miliar.
Grafik IHSG

