IHSG Sentuh 9.002 dalam Sejam Transaksi, Saham Emiten Prajogo Perkasa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil sentuh level tertinggi psikologi tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 9.002 pada perdagangan intraday sesi I pukul 10.00 WIB, Kamis (8/1/2026). Lompatan tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang bergerak di zona merah.
Hingga pukul 10.00 WIB, IHSG torehkan kenaikan sebanyak 55 poin (0,60%) menjadi 9.002. Kenaikan tersebut ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi, sektor konsumer non primer, sektor industri, dan sektor properti.
Baca Juga
IHSG Dibuka Naik Tipis ke 8.946, Saham BSIM Langsung Melesat
Kenaikan pesat indeks tersebut juga ditopang penguatan seluruh saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu dipimpin saham PTRO dengan kenaikan 5,47% menjadi rp 12.525. Saham BRPT naik 3,93% menjadi Rp 3.170, TPIA naik 1,09% menjadi Rp 6.925, dan CUAN melesat 3,37% menjadi Rp 2.160. Kenaikan juga melanda saham BREN dan CDIA.
Penguatan juga ditopang saham big cap lainnya, seperti DSSA sebanyak 4,28% menjadi Rp 104.875, AMMN naik 2,82% menjadi Rp 8.200, PANI naik 1,25% menjadi Rp 12.150. Sedangkan saham tercuan dipimpin saham RLCO naik 24,90% menjadi Rp 3.210, IFSH naik 24,57% menjadi Rp 1.445, dan BRRC naik 24,39% menjadi Rp 153.
Adapun pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka hanya naik tipis tipis 1,89 poin (0,02%) menjadi 8.946,70. Rentang pergerakan 8.943-8.953. Bahkan, indeks sempat bergerak di zona merah.
Baca Juga
Sejumlah Perusahaan Mulai Alokasikan Asetnya ke Kripto, Diversifikasi dan Lindung Nilai Jadi Alasan
Sementara itu, analis pasar modal sekaligus Founder Stocknow dan Republik Investor Hendra Wardana memperkirakan IHSG masih dalam tren naik dengan target kuartal I-2026 berada dalam kisaran 9.150–9.250.
“Optimisme ini ditopang ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih akomodatif, stabilitas makroekonomi domestik, serta fundamental emiten besar yang solid,” ujar Hendra kemarin.
Hingga akhir semester I-2026, IHSG berpeluang menguat lebih tinggi menuju area 9.300–9.450, seiring rilis kinerja keuangan semesteran dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional
Baca Juga
Analis: IHSG Bersiap Tembus 10.000, Saham Konglomerasi Jadi Penopang
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 11,2 poin (0,13%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) 8.944. Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 201,15 miliar dengan net buy terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 648,47 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor industry 2,40%, sektor material dasar 1,11%, sektor konsumer primer 1,18%, sektor energi 0,51%, dan sektor infrastruktur 0,16%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor konsumer non primer, teknologi, keuangan, dan property.
Adapun saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), melanda saham OPMS naik 34,67% menjadi Rp 268, ASLI naik 25% menjadi Rp 675, OASA menguat 24,85% menjadi Rp 412, INPC melesat 24,39% menjadi Rp 306, BSIM naik 24,78% menjadi Rp 1.410, dan IFSH menguat 24,73% menjadi Rp 1.160.

