Sejumlah Perusahaan Mulai Alokasikan Asetnya ke Kripto, Diversifikasi dan Lindung Nilai Jadi Alasan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah perusahaan global hingga regional mulai mengalokasikan sebagian aset ke instrumen kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio dan lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global.
Langkah ini sejalan dengan meningkatnya penerimaan aset kripto, khususnya Bitcoin, sebagai alternatif penyimpanan nilai di tengah tekanan inflasi, volatilitas pasar keuangan, serta perubahan kebijakan moneter di berbagai negara.
Merujuk berbagai sumber yang dihimpun investortrust, Kamis (8/1/2026), perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) MicroStrategy menjadi salah satu pelopor dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di kalangan korporasi.
Pada laporan awal 2025, kepemilikan Bitcoin oleh MicroStrategy sekitar 528.000 BTC, kemudian naik ke kisaran 531.644 BTC pada April 2025.
Baca Juga
Hingga akhir 2025, perusahaan ini secara konsisten menambah kepemilikan Bitcoin sebagai aset cadangan utama, menggantikan sebagian besar kas perusahaan. Di mana, pada akhir 2025 akumulasi Bitcoin yang dimiliki MicroStrategy mencapai sekitar 660.624 BTC.
Selain MicroStrategy, perusahaan kendaraan listrik Tesla Inc juga sempat mengalokasikan sebagian asetnya ke Bitcoin. Pada Februari 2021, Tesla sempat memborong Bitcoin sekitar 43.000 BTC tapi kemudian menjualnya secara besar di 2022.
Saat ini, jumlah Bitcoin yang dimiliki Tesla berkisar 11.500 BTC. Meski kepemilikannya sempat berkurang, Tesla masih mempertahankan eksposur terhadap kripto sebagai bagian dari strategi manajemen aset dan inovasi keuangan.
Di sektor jasa keuangan, sejumlah perusahaan financial technology (fintech) dan manajer investasi mulai memasukkan kripto ke dalam neraca maupun produk investasinya.
Square (Block Inc), perusahaan pembayaran digital milik Jack Dorsey tercatat memiliki Bitcoin sebagai aset jangka panjang dan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap ekosistem kripto.
Baca Juga
Anak Purbaya Bongkar Rahasia Simpan Aset Miliaran di Kripto Lewat Cara Ini
Dalam laporan 2024, Square memiliki jumlah Bitcoin sebanyak 8.363 BTC. Jumlah tersebut bertambah menjadi 8.692 BTC di kuartal II tahun 2025.
Sementara itu, Bank investasi asal AS Morgan Stanley mengajukan dokumen pendaftaran kepada US Securities and Exchange Commission (SEC) untuk meluncurkan produk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange trade fund (ETF) berbasis Bitcoin dan Solana.
Morgan Stanley menyebut dua produk tersebut akan bernama Morgan Stanley Bitcoin Trust dan Morgan Stanley Solana Trust. Keduanya dirancang sebagai kendaraan investasi pasif yang akan memegang dan melacak kinerja harga aset kripto.
Jika mendapat persetujuan regulator, ETF ini berpotensi menarik aliran dana baru ke Bitcoin dan Solana berbasis nasabah Morgan Stanley yang besar. Per April 2025 Morgan Stanley melayani lebih dari 19 juta klien melalui unit wealth management-nya.

