IHSG Diprediksi kembali Cetak ATH Baru Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin INDY Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/1/2025), diproyeksikan lanjutkan penguatan terbatas dengan rentang pergerakan 8.880-8.947. Tiga saham pilihan hari ini adalah INDY, SCMA, dan SMGA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG pada perdagangan terakhir ditutup menguat ke level tertinggi baru 8.933 dengan dukungan net foreign buy Rp 911 miliar di pasar reguler. Penguatan terutama ditopang oleh saham-saham komoditas, khususnya nikel dan emas, seiring kenaikan harga komoditas global.
Baca Juga
Bursa Eropa Sentuh Level Tertinggi, Saham InPost Pimpin Kenaikan Stoxx 600
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang lanjutkan penguatan, meski terbatas menuju resistance 8,947–8,972, dengan support di 8,860–8,880. Pergerakan indeks masih dipengaruhi sikap pelaku pasar terhadap dinamika geopolitik AS–Venezuela yang berpotensi memengaruhi harga komoditas dan pergerakan saham sektor terkait.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia, khususnya Dow Jones berhasil cetak kenaikan 0,99%. Penguatan juga melanda indeks S&p500 sebanak 0,62% dan Nasdaq naik 0,65%.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 74,42 poin (0,84%) ke level tertinggi baru seapanjang masa 8.933. Kenaikan ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 3,35%, sektor industry 2,14%, sektor energi 1,62%,sektor teknologi 1,57%, sektor property 1,34%, dan sektor keuangan 0,66%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor transportasi 0,89%.
Baca Juga
Emas Dunia Menguat, Merdeka Gold (EMAS) Diproyeksi Nikmati Sentimen Positif Berkelanjutan
Lompatan indeks juga didukung penguatan sejumlah saham big cap, seperti saham MLPT, AMMN, PTRO, RAJA, PGUN, MDKA, TKIM, SUPA, hingga MDKA. Kenaikan juga ditopang saham ADMR hingga MORA.
Sedangkan sejumlah saham dengan kenaikan terpesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham INPC menguat 34,43% menjadi Rp 246, BIPI naik 34,74% menjadi Rp 256, ECII naik 34,74% menjadi Rp 256, dan GSMF menguat 34,51% menjadi Rp 152.

