IHSG Sesi I Cetak Rekor Sentuh 8.800, Saham AHAP dan INET Cuan Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (5/1/2026), ditutup melesat sebanyak 56,71 poin (0,65%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) 8.804,84. Rentang pergerakan 8.732-8.816.
Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan indeks sebagian besar pasar saham di Asia. Sedangkan penipang utama datang dari kenaikan saham sektor energi, material dasar, industry, konsumer primer, dan keuangan. Sebaliknya pelamahan melanda saham sektor teknologi.
Baca Juga
BPS Catat Ekspor November 2025 Turun 6,6% ke US$ 22,52 Miliar
Beberapa saham dengan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AHAP naik 34,96% menjadi Rp 166, BIPI naik 34,78% menjadi Rp 124, INET naik 25% menjadi Rp 590 dan BBSS menguat 25% menjadi Rp 500.
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham GTSI sebanyak 25% menjadi Rp 400, VICI naik 24,71% menjadi Rp 1.060, DEFI menguat 24,54% menjadi Rp 406, dan PJHB naik 24,52% menjadi Rp 386. Kenaikan juga melanda saham TRUE sebanyak 22,90% menjadi Rp 322, JMAS naik 22,52% menjadi Rp 272, dan PKPK menguat 22,30% menjadi Rp 1.755.
Baca Juga
Hasil Investasi Asuransi Jiwa Melesat 60,43% per Oktober 2025
Adapun saham penopang utama lompan IHSG, yaitu saham BYAN naik 6,37% menjadi Rp 17.450, MLPT naik 4,42% menjadi Rp 65.000, dan AMMN naik 2,57% menjadi Rp 6.975.
Penguatan kali ini melanjutkan lompatan indeks pada perdagangan akhir pekan lalu atau hari pertama transaksi saham tahun ini. IHSG berhasil mencatatkan kenaikan 1,17% ke level 8.748 didukung oleh net foreign buy sebesar Rp1,14 triliun di pasar reguler.

