IPO Antariksa Bakal Sengit, LandSpace Perusahaan Roket Asal China Ikuti Aksi Korporasi SpaceX
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Persaingan industri antariksa global memasuki babak baru. SpaceX milik Elon Musk dilaporkan tengah mempersiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham yang ditargetkan berlangsung pada pertengahan hingga akhir 2026. Di saat yang sama, perusahaan roket swasta asal China, LandSpace, juga mengajukan IPO dan berencana melantai pada 2026, menandai eskalasi persaingan sektor peluncuran antariksa di pasar modal.
Laporan menyebutkan, Elon Musk telah mengonfirmasi bahwa target IPO SpaceX pada 2026 merupakan jadwal yang “akurat”. Jika terealisasi, pencatatan saham ini berpotensi menjadi IPO paling monumental dalam satu dekade terakhir, dengan valuasi yang disebut-sebut dapat mencapai US$ 1,5 triliun.
Nilai tersebut akan melampaui IPO Saudi Aramco pada 2019 dan menjadikan SpaceX sebagai perusahaan publik dengan valuasi terbesar dalam sejarah. SpaceX juga dikabarkan membidik penggalangan dana lebih dari US$ 30 miliar dari pasar modal.
Melansir Coinmarketcap, Minggu (4/1/2026) rencana IPO ini memperkuat momentum setelah SpaceX melakukan penjualan saham sekunder pada akhir 2025, yang mematok valuasi internal perusahaan mendekati US$ 800 miliar dengan harga saham sekitar US$ 420 per lembar. Transaksi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap potensi pencatatan saham SpaceX.
Baca Juga
SpaceX Milik Elon Musk Pindahkan Bitcoin Gede-gedean di Tengah Persiapan IPO Terbesar di Dunia
Dana hasil IPO diperkirakan akan digunakan untuk mendanai pengembangan pusat data orbital berbasis tenaga surya guna menopang beban kerja kecerdasan buatan (AI) berintensitas tinggi, termasuk potensi kebutuhan dari xAI. Strategi ini menempatkan SpaceX di persimpangan bisnis antariksa, energi, dan teknologi AI.
Dari sisi kinerja, SpaceX diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar US$22–24 miliar pada 2026, terutama didorong oleh ekspansi global Starlink di segmen konsumen, korporasi, dan pemerintahan. Sementara itu, kemajuan berkelanjutan program roket Starship menjadi fondasi utama dalam justifikasi valuasi triliunan dolar tersebut.
Baca Juga
SpaceX Milik Elon Musk Bidik IPO 2026, Incar Dana Lebih dari US$ 25 Miliar
Sementara melansir Reuters, di China, langkah serupa juga ditempuh LandSpace. Bursa Efek Shanghai telah menerima pengajuan IPO LandSpace untuk melantai di STAR Market. Perusahaan roket swasta terbesar di China itu berencana menghimpun dana sekitar 7,5 miliar yuan atau setara US$ 1,07 miliar.
LandSpace baru-baru ini mencatat tonggak penting setelah menjadi perusahaan China pertama yang berhasil melakukan uji coba roket yang dapat digunakan kembali. Langkah ini dipandang sebagai upaya Beijing memperkecil kesenjangan teknologi antariksa dengan Amerika Serikat.
Bursa Shanghai juga telah melonggarkan aturan IPO bagi perusahaan pengembang roket reusable, membuka jalan bagi akselerasi pendanaan sektor antariksa China. Dengan SpaceX dan LandSpace sama-sama bersiap masuk pasar modal pada 2026, kompetisi industri antariksa global diperkirakan akan semakin intens, tidak hanya dalam teknologi, tetapi juga dalam perebutan kepercayaan investor global.

