Kepincut Bisnis Roket, Toyota Investasi Rp 968 Miliar ke Startup Antariksa Jepang
TOKYO, Investortrust.id - Toyota Motor dilaporkan telah memberikan dana segar sebesar US$ 60 juta (sekitar Rp 968 miliar) kepada perusahaan rintisan (startup) antariksa Jepang bernama Interstellar Technologies (IST), Selasa (7/1/2025). Investasi ini bertujuan untuk memproduksi roket ringan secara massal, dan diharapkan dapat bersaing dengan pemain besar seperti SpaceX milik Elon Musk.
Business Times melaporkan bahwa investasi ini dilakukan melalui anak perusahaan dan unit pengembangan Toyota, yakni Woven by Toyota. Sebagai kesepakatan, produsen mobil tersebut akan memperoleh kursi di dewan eksekutif Interstellar Technologie.
Langkah ini direspons positif karena menjadi upaya pemerintah Jepang untuk memelihara sektor luar angkasa swasta di Negeri Sakura. Kendati demikian, ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan rintisan untuk bersaing di dengan perusahaan raksasa seperti SpaceX.
Sebagai informasi, Amerika Serikat meluncurkan lebih dari 100 roket setiap tahunnya, dan China mencapai rentang beberapa lusin per tahun. Sementara itu, perjalanan luar angkasa Jepang yang sukses justru masih dalam hitungan jari.
Baca Juga
Menurut IST, Jepang telah melakukan tiga kali peluncuran roket pada tahun 2023. Namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus mereka selesaikan sebelum memenuhi target peluncuran sebanyak 30 kali per tahun pada paruh pertama tahun 2030-an.
Transformasi struktural industri luar angkasa domestik dianggap perlu dilakukan oleh Jepang. Salah satunya dengan memanfaatkan industri otomotif Jepang yang sudah berkembang.
"Memanfaatkan keahlian industri otomotif, termasuk metode produksi Toyota, diharapkan mengubah perakitan roket menjadi berkualitas, hemat biaya, dan dapat diukur," kata manajemen Interstellar.
Sebelumnya, Bos Toyota, Akio Toyoda telah mengisyaratkan rencana investasi itu pada pidatonya di CES 2025, Las Vegas pada Senin (6/1/2025). Ia menyebut minat perusahaannya pada pengembangan roket merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk berinovasi dalam industri transportasi di masa depan.
Meski tidak menyebutkan secara gamblang, Toyota diprediksi siap untuk bersaing dengan Space Exploration Technologies alias SpaceX. "Masa depan mobilitas seharusnya tidak terbatas hanya pada mobil. Atau hanya satu perusahaan mobil saja," kata Toyoda. (C13)

