Laba Eagle High Plantation (BWPT) Melesat 912% saat Penjualan Turun
JAKARTA, investortrust.id – Emiten sawit, PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) melaporkan perolehan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 177,02 miliar per Desember 2023, melesat 912,88% secara year on year (yoy) dibanding Rp 17,47 miliar per Desember 2022.
Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan, Minggu, (3/3/2024) disebutkan, di tengah kenaikan laba, Perseroan justru mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 7,49% secara yoy, menjadi Rp 4,20 triliun pada tahun 2023 dibanding Rp 4,57 triliun pada tahun 2022.
Penurunan pendapatan usaha terjadi pada produk kelapa sawit dari Rp 3,99 triliun menjadi Rp 3,81 triliun, produk inti karnel juga menurun dari Rp 44,51 miliar menjadi Rp 322 miliar per 31 Desember 2023. Sedangkan tandan buah segar anjlok jadi Rp 70,29 miliar dari sebelumnya Rp 133,57 miliar.
Baca Juga
IHSG Diramal Rebound Senin Besok, Saham ANTM, ITMG, ADRO hingga MAPI Pilihan Utama
Sementara penjualan berdasarkan pelanggan mengalami penurunan sebesar 7,61% menjadi Rp 168,95 miliar per Desember 2023 dari Rp 182,88 miliar pada Desember 2022.
Saat pendapatan usaha turun, BWPT mampu menekan beban pokok penjualan menjadi Rp 3,14 triliun per 31 Desember 2023, atau turun sebesar 11,15% dari Rp 3,54 triliun per 31 Desember 2022.
Alhasil laba kotor yang dibukukan naik menjadi Rp 1,05 triliun per pada tahun 2023 dari Rp 1,03 triliun pada periode tahun buku 2022. Sementara laba usaha naik menjadi Rp 703,46 miliar dari Rp 661,10 miliar.
Baca Juga
Dirut Eagle Plantations (BWPT) Rajin Tambah Saham, Pertanda Apa?
Adapun laba tahun berjalan per saham meningkat seiring peningkatan laba bersih menjadi Rp 5,68 per 31 Desember 2023 dari Rp 0,55 per saham pada periode 31 Desember 2022.
Dari sisi neraca tercatat penurunan total aset Perseroan sebesar 16,68% menjadi Rp 10,18 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 12,22 triliun pada periode 31 Desember 2022.
Pada sisi lain Perseroan mampu memangkas posisi liabilitas menjadi Rp 7,99 triliun periode 31 Desember 2023 dibanding Rp 10,17 triliun pada 31 Desember 2022.
Jumlah ekuitas tercatat naik menjadi Rp 2,19 triliun per 31 Desember 2023 dibanding Rp 2,04 triliun pada periode 31 Desember 2022.

