Begini Jurus Tokocrypto Hadapi Persaingan di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Persaingan industri aset kripto nasional diperkirakan semakin ketat pada 2026 seiring masuknya sejumlah exchange global. Menghadapi kondisi itu, Tokocrypto bakal memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kualitas layanan dan diferensiasi produk.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengungkapkan, strategi tersebut dipilih agar perusahaan dapat membangun keunggulan jangka panjang dan berkelanjutan, alih-alih bersaing melalui perang harga atau promosi semata.
“Fokus kami adalah membangun pengalaman pengguna yang unggul, aman, dan sesuai dengan karakter pasar Indonesia dan kerangka regulasi yang berlaku,” ujarnya secara tertulis, kepada Investortrust, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga
Tokocrypto Nilai Pengaturan Kripto Dalam RUU P2SK Penting untuk Keberlanjutan Industri
Dari sisi pengembangan produk, lanjut Calvin, Tokocrypto menargetkan peluncuran produk derivatif kripto yang selama ini tertunda. Ia berharap regulasi baru terkait produk derivatif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat segera diterbitkan dan menjadi katalis bagi peluncuran produk tersebut di kuartal I hingga II 2026.
“Kehadiran produk derivatif menjadi penting untuk menjawab kebutuhan trader yang lebih advanced, sekaligus meningkatkan likuiditas dan variasi strategi perdagangan di platform kami,” katanya.
Untuk strategi peluncurannya, Tokocrypto tengah menyiapkan produk derivatif ini terutama secara organik, yaitu membangun kapabilitas produk, sistem, dan operasional secara internal. Di saat yang sama, pihaknya juga membuka ruang kolaborasi strategis dengan pihak-pihak dalam ekosistem agar implementasi berjalan lancar, aman, dan tetap selaras dengan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi kesiapan, saat ini Tokocrypto terus mematangkan berbagai langkah menuju peluncuran. Proses perizinan masih berjalan, termasuk koordinasi dengan OJK, serta sinkronisasi dan koordinasi teknis dengan bursa untuk memastikan integrasi sistem, alur transaksi, manajemen risiko, dan pengalaman pengguna sudah siap ketika produk diluncurkan. "Dengan tetap mengikuti proses perizinan dan kesiapan ekosistem, kami menargetkan peluncuran di kuartal 1 atau kuartal 2," kata Calvin.
Dari sisi prospek,Tokocrypto melihat produk derivatif akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan transaksi dan partisipasi investor/trader. Persaingan di pasar spot semakin ketat dan cenderung mulai jenuh, sehingga diversifikasi produk menjadi kebutuhan untuk meningkatkan daya saing, termasuk menghadapi exchange global yang sudah lebih dulu menawarkan derivatif secara luas.
Indikasi permintaan pasar juga terlihat dari data industri, transaksi derivatif kripto di Bursa CFX tercatat menembus Rp 73,8 triliun per September 2025, dan derivatif disebut berkontribusi sekitar 22% dari total transaksi aset kripto nasional pada periode Januari–Agustus 2025. Ini menunjukkan minat investor dan trader yang tinggi, dan ke depan, terutama jika kondisi pasar cenderung sideways atau memasuki fase bear market, derivatif dapat menjadi instrumen yang relevan karena memungkinkan strategi dua arah dan lindung nilai, sehingga membantu pelaku pasar tetap aktif, mengelola risiko, dan mencari peluang di berbagai kondisi pasar.
Selain inovasi produk, Tokocrypto juga memperkuat kemitraan strategis dengan perbankan, khususnya dalam integrasi layanan deposit dan pembayaran. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah akses pengguna, memperluas pilihan kanal transaksi, serta meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan nasabah.
“Kerja sama yang telah kami lakukan, seperti dengan BCA, menjadi model yang akan terus kami kembangkan dengan mitra lainnya untuk mendorong peningkatan transaksi secara berkelanjutan,” ucap Calvin.
Baca Juga
Transaksi Kripto di Indonesia Turun 24,5%, Begini Strategi Tokocrypto Genjot Likuiditas
Sementara untuk segmen high value users, Tokocrypto akan terus mengembangkan layanan VIP dan institusi lewat Tokocrypto Prestige dan OTC Desk. Saat ini, hampir 50% volume perdagangan Tokocrypto berasal dari segmen VIP dan institusi.
“Sehingga peningkatan benefit, personalisasi layanan, dan kualitas relationship management menjadi prioritas utama. Kami optimistis Tokocrypto tetap kompetitif dan relevan di tengah persaingan industri kripto yang semakin dinamis pada 2026,” ujar Calvin.

