Listing Besok, Asri Karya Lestari (ASLI) Raup Dana IPO Rp 125 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan kontraktor infrastruktur, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) dijadwalkan melakukan pencatatan saham perdana besok, Jumat (5/1/2024).
Perseroan telah merampungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebanyak 1,25 miliar lembar saham atau setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO.
Dengan harga penawaran Rp 100 per saham, ASLI berhasil meraup dana segar hasil IPO sebesar Rp 125 miliar. Sedangkan nilai nominal saham Rp 50 per saham.
Dalam hajatan ini Perseroan dibantu PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi.
Baca Juga
Gelontorkan Puluhan Miliar, Pengendali Tambah Saham Zyrexindo (ZYRX)
Berdasarkan prospektus IPO yang disampaikan, dana hasil IPO akan dialokasikan sekitar 50,79% sebagai setoran modal pada anak perusahaan Perseroan yaitu PT Bumi Prima Konstruksi dan PT Manyar Perkasa Mandiri.
Rinciannya, sekitar 56,25% yang akan digunakan oleh PT Bumi Prima Konstruksi, untuk hal – hal sebagai berikut: 1). Sekitar 40 untuk pembelian Crawler Crane 250 ton dan, 2). Sekitar 21,10% untuk pembelian Rotary Drilling Rig sebanyak,
Kemudian, 3). Sekitar 16,67% untuk pembelian Mobile Crane 50 ton, 4). Sekitar 12 untuk pembelian Trailer 40 feet kapasitas 50 ton dan 5). Sekitar 5,56% untuk pembelian Dolly Trailer Truck kapasitas 80 ton dan 6). Sekitar 4,67% untuk pembelian Foco Crane kapasitas 10 ton.
Baca Juga
Saham Emiten Prajogo Pangestu Kembali Berjaya, BRPT dan TPIA Memimpin
Sementara penggunaan dana yang dialokasi kepada PT Manyar Perkasa Mandiri sekitar 43,75%. Dana tersebut akan digunakan oleh PT Manyar Perkasa Mandiri untuk pembangunan batching plant dan pembelian mesin dengan rincian:
a. Sekitar 28,57% akan digunakan untuk pembangunan batching plant yang akan dibangun di Lengkong, Subang di atas tanah milik PT Manyar Perkasa Mandiri yang pembangunannya dilakukan oleh pihak ketiga.
b. Pembangunan diharapkan di mulai sejak dana diterima dan akan selesai paling lambat enam bulan sejak dana IPO; b) Sisanya, sekitar 71,43% akan digunakan untuk pembelian mesin fabrikasi bacthing plant yang akan dibeli dari pihak ketiga.

