Listing Pertama di 2024, Saham Asri Karya Lestari (ASLI) Menguat 5%
JAKARTA, investortrust.id - PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Jumat (5/1/2024).
Emiten anyar yang bergerak dalam bidang general contractor berfokus pada bidang pekerjaan pondasi, erection, bekisting dan pekerjaan jalan ini sekaligus tercatat sebagai emiten pertama yang melantai di BEI pada tahun 2024.
Sebelumnya Perseroan sukses melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 1,25 miliar saham, setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham perdana Rp100, dan dana yang berhasil dihimpun Perseroan sebesar Rp125 miliar.
Baca Juga
Tantangan Berlanjut di 2024, Begini Target Saham Harum (HRUM)
Debut perdana saham ASLI di BEI tercatat mengalami penguatan 5% ke level 105 per saham
Direktur Utama Perseroan menjelaskan, langkah Perseroan untuk masuk pasar saham melalui IPO adalah bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan yang lebih baik.
Sebagai perusahaan publik, kami berharap dapat memberikan nilai tambah bagi stakeholder ke depannya,” ulas Sudjatmiko dalam ketarangan resminya, Jumat (5/1/2024).
Perseroan optimistis dapat menghimpun pertumbuhan proyek baru seiring naiknya alokasi dana infrastruktur pemerintah dalam APBN 2024.
Baca Juga
‘’Oleh karena itu Perseroan mempersiapkan ekpansi usaha agar diharapkan Perseroan mampu menyerap dan berpatisipasi dalam pembangunan negeri. Sehingga Perseroan dapat memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat dan negara,’’ terang.
Adapun rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO tersebut, sekitar 66,35% akan digunakan Perseroan untuk melakukan setoran modal pada anak perusahaan Perseroan, yaitu PT Bumi Prima Konstruksi sebesar 56.25% (untuk pembelian alat berat berupa Rotary Drilling Rig, Mobile Crane, Crawler Crane, Foco Crane Trailler dan Dolly Trailler Truck).
Kemudian dialokasikan kepada PT Manyar Perkasa Mandiri sebesar 43.75% (untuk pembelian mesin produksi batching plant).
Sisanya, sekitar 33,65% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan yaitu pembayaran material, perlengkapan proyek, serta untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bursa Efek Indonesia, OJK dan seluruh profesi penunjang atas segala dukungannya dalam proses IPO ini. Dengan hadirnya Perseroan sebagai pionir general contractor di lantai Bursa, diharapkan dapat membangkitkan semangat industri jasa konstruksi tanah air untuk semakin maju, berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.

