Royalindo Investa Wijaya (INDO) Beralih Jadi Holding, Garap Bisnis Gula dan AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) resmi mengalihkan fokus bisnis dari property-centric menjadi perusahaan investasi (holding company). Transformasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan untuk mendorong peningkatan kinerja di masa depan, seiring dengan langkah diversifikasi usaha yang tengah dijalankan.
Direktur Utama INDO Leslie Soemedi menyampaikan bahwa perseroan akan mengembangkan sejumlah sektor bisnis baru, baik melalui skema organik maupun anorganik.
Sebagai tahap awal diversifikasi, INDO telah mendirikan PT Ratu Gula Asia (RGA) yang bergerak di bidang produksi gula merah (brown sugar) bersama mitra strategis. Perusahaan tersebut berlokasi di Kediri, Jawa Timur. “Kami telah rampung pembelian pabrik dengan kapasitas produksi 2.000–3.000 ton gula per bulan,” ujar Leslie dalam keterangan resmi, Senin (15/12/2025).
Baca Juga
BEI Terapkan Non-Cancellation Period Mulai 15 Desember 2025, Perkuat Integritas Pasar
Ia menambahkan, pengembangan bisnis gula sejatinya telah mulai dijalankan sejak 2024 dan semakin diperkuat melalui penambahan modal yang dilakukan perseroan.
Per September 2025, total modal yang telah disetor INDO kepada RGA mencapai Rp 97 miliar, yang menjadikan perseroan sebagai pemegang saham mayoritas.
Bisnis gula dinilai memiliki prospek menjanjikan seiring meningkatnya kebiasaan masyarakat mengonsumsi brown sugar sebagai pemanis alami yang dinilai lebih sehat dibandingkan gula pada umumnya.
Baca Juga
BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Turun 0,39% di Oktober 2025, Sinyap Apa?
Selain bisnis gula, INDO juga tengah menyiapkan rencana pengembangan usaha di sektor lainnya. Saat ini, perseroan membidik perusahaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan masih melakukan pembicaraan terkait rencana akuisisi tersebut.
“Sebagai perusahaan investasi, kami akan fokus membangun portofolio yang solid dan berorientasi masa depan. Akuisisi perusahaan AI ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi kami,” pungkas Leslie.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga September 2025 laba bersih INDO tercatat meningkat 37% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 24,76 miliar. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 12% yoy menjadi Rp 22,19 miliar.

