Royalindo (INDO) Didukung Kas Besar dan Margin Tinggi, Sahamnya bisa Menuju Rp 200
JAKARTA, investortrust.id – Potensi penguatan harga saham PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) masih terbuka pesat didukung sejumlah factor fundamental. Peluang penguatan juga didukung berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan.
Berdasarkan data saat ini saham INDO ditransaksi di level price book value ratio (PBVR) sekitar 0,45 kali dan PER sekitar 17.74 kali. Padahal, perseroan mencatatkan margin laba bersih besar sebanyak 117,80% dan gross profit margin (GPM) mencapai 55,11% hingga semester I-2024.
Baca Juga
Selain factor tersebut, INDO merupakan perusahaan dengan rendah utang ditunjukkan dengan DER baru mencapai 0,39 kali. Data tersebut menggambarkan bahwa INDO merupakan perusahaan dengan kas bersih yang besar, bahkan current ratio perseroan mencapai 30.032% dan cash ratio mencapai 8.365,01%.
INDO juga mencatatkan pendapatan tunai per saham (CEPS) senilai Rp 51,38, dibandingkan dengan harga saham saat ini Rp 106, makan rasio CEPS perusahaan mencapai 48,4%. Angka ini menggambarkan bahwa INDO merupakan perusahaan full cash, sehingga memudahkan perseroan untuk ekspansi besar-besaran ke depan.
INDO juga memiliki net aset value Rp 231,05 per saham. Angka tersebut jauh di atas harga saham saat ini Rp 106 per saham. “Dengan CEPS Rp 51,38 per saham dan DER hanya 0,39%, INDO memiliki ruang untuk akuisisi, merger, dan aksi korporasi lainnya yang besar ke depan. Hal ini bisa menjadi daya Tarik saham tersebut,” tulis seorang sumber di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Selain sejumlah factor tersebut, INDO didukung dengan penurunan suku bunga yang bisa mempercepat perseroan untuk merealisasikan sejumlah ekspansi ke depan. Perseroan juga memiliki sejumlah surat berharga yang bisa dicairkan dalam waktu cepat untuk pembiayaan sejumlah bisnis menjanjikan ke depan.
Berbagai factor tersebut berpotensi mengerek harga saham INDO ke level Rp 200 dalam waktu dekat. Sedangkan INDO-W diprediksi menembus level Rp 30. Potensi penguatan tersebut juga didukung pemerintahan baru yang focus penguatan sektor property ke depan.
Hingga Juni 2024, INDO membukukan lonjakan pendapatan dari Rp 6,18 miliar menjadi Rp 11 miliar. Laba periode berjalan juga melesat dari Rp 7,23 miliar menjadi Rp 12,98 miliar. Laba yang lebih tinggi dari pendapatan didukung atas besarnya penghasilan lain-lain senilai Rp 10,44 miliar pada semester I. Perseroan juga masih menggenggam kas dan setara kas akhir Juni senilai Rp 225,19 miliar, bandingkan dengna kapitalisasi pasar perseroan baru mencapai Rp 460 miliar.
Grafik Saham INDO dan INDO-W

