Waskita Precast (WSBP) Bidik Kontrak Baru Rp 2,6 Triliun Tahun Depan
JAKARTA, investortrust.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 2,6 triliun pada 2026, sejalan dengan strategi penguatan kinerja di seluruh lini bisnis utama perusahaan.
Direktur Utama WSBP Anak Agung Gede Sumadi menyampaikan bahwa target tersebut akan ditopang oleh kontribusi dari sektor precast, readymix, konstruksi, hingga penyewaan alat.
Baca Juga
WSBP Kantongi Restu Pemegang Obligasi untuk Waiver Rasio Keuangan
“Kita sudah punya target di 2026 untuk nilai kontrak baru kurang lebih Rp 2,6 triliun, dari sektor-sektor precast, readymix, konstruksi, dan penyiapan alat,” ujar Sumadi dalam paparan publik daring, Rabu (10/12/2025).
Sumadi menjelaskan bahwa mayoritas kontrak WSBP berasal dari proyek eksternal, sementara sisanya diserap dari proyek-proyek milik perusahaan induk.
“Komposisi nilai kontrak yang kita peroleh hampir 65% berasal dari sektor di luar internal, sementara sekitar 35% berasal dari proyek induk,” jelasnya.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Catat Pendapatan Usaha Rp 1,17 Triliun di Triwulan III 2025
Hingga November 2025, WSBP telah membukukan kontrak baru Rp 1,36 triliun, berasal dari seluruh portofolio bisnis perusahaan. Pencapaian tersebut didominasi oleh Precast Rp 559 miliar (41,15%), Konstruksi Rp 471 miliar (34,69%), Readymix Rp 322 miliar (23,70%), dan Sewa alat Rp 6 miliar (0,46%).
Dari sisi pelanggan, kontrak eksternal yang meliputi BUMN, pemerintah, dan swasta mendominasi dengan nilai Rp 1,01 triliun atau 74,88%. Sementara itu, kontrak internal dari Waskita Group berkontribusi Rp 341 miliar atau 25,12%.
