Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Jadi Penopang Fundamental Emas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas turun pada level US$ 4.206 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, setelah pasar merespons laporan tenaga kerja berdasarkan automatic data processing (ADP) Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.
Data menunjukkan, penurunan 32.000 pekerjaan sektor swasta pada November, berlawanan dengan proyeksi peningkatan 10.000 pekerjaan. Rilis ini memperkuat persepsi bahwa aktivitas ekonomi AS terus mengalami moderasi, sehingga meningkatkan keyakinan pasar terhadap peluang pelonggaran kebijakan moneter pada pertemuan Federal Reserve 9-10 Desember 2025.
“CME FedWatch menunjukkan probabilitas 89% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan depan,” tertulis dalam Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) yang dipublikasi pada Kamis (4/12/2025).
Sentimen pasar dipercaya tetap fokus pada arah kebijakan moneter, terutama setelah rangkaian indikator sebelumnya juga mengisyaratkan perlambatan bertahap dalam perekonomian AS.
Sinyal dovish dari beberapa pembuat kebijakan The Fed turut memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga, yang biasanya menjadi faktor pendukung bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Baca Juga
Selain itu, pasar menanti rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) periode September sebagai indikator inflasi utama bagi The Fed, yang akan dipublikasikan Jumat besok.
“Pergerakan emas pada sesi sebelumnya juga sempat tertekan oleh aksi ambil untung setelah menyentuh level tertinggi enam pekan,” dikutip dari laporan yang sama.
"Secara keseluruhan, arah harga emas pekan ini diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan data ekonomi AS, khususnya personal consumption expenditures (PCE) dan initial jobless claims yang akan dirilis malam ini, serta perkembangan ekspektasi pasar terhadap siklus pelonggaran suku bunga The Fed.
Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas diproyeksi berada pada kisaran US$ 4.184 hingga US$ 4.166, sedangkan resistance terdekat terletak pada rentang US$ 4.231 hingga US$ 4.260.
Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam disebut-sebut terlihat pada kisaran US$ 4.119, sementara resistance jangka menengah berada di area US$ 4.307.
