IHSG Ditutup Anjlok 0,65%, Sebaliknya SOTS hingga CTBN Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/11/2025), ditutup melemah sebanyak 56,27 poin (0,65%) menjadi 8.545 dengan nilai transaksi Rp 25 triliun. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang justru mencatatkan kenaikan.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer non primer, energi, teknologi, keuangan, konsumer primer, hingga kesehatan. Sebaliknya sektor properti, infrastruktur, material dasar, dan industri menguat.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu pelemahan sejumlah saham big cap, seperti saham DCII turun 2,70%, DSSA melemah 3,20%, TLKM turun 4,03%, saham BBCA melemah 1,19%. Pelemahan juga melanda saham BREN.
Meski indeks melemah akibat aksi ambil untung, tiga saham berikut justru berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SOTS naik 24,87% menjadi Rp 472, BBYB naik 24,75% menjadi Rp 494, TNCA naik 24,58% menjadi Rp 294, dan CTBN menguat 19,81% menjadi Rp 6.350. Meski tak ARA, ARKO melesat 19,29% menjadi Rp 4.700 dan HUMI naik 15,33% menjadi Rp 158.
Kemarin, IHSG ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) dengan kenaikan 80,25 poin (0,94%) menjadi 8.602. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 550,45 miliar terbanyak BBRI Rp 531,92 miliar, BBCA Rp 222,91 miliar, dan SMGR Rp 183,36 miliar.
Baca Juga
Kenaikan tersebut ditopang penguatan saham sektor energi naik 2,34%, sektor material dasar menguat 1,68%, keuangan 1,96%, sektor infrastruktur 1,12%, konsumer primer 0,69%, dan teknologi 0,67%. Sedangkan sektor kesehatan turun tipis 0,06%.
Di tengah penguatan tersebut, tiga saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham JAWA naik 34,94% menjadi Rp 224 dan DNAR menguat 34,78% menjadi Rp 248. ARA juga melanda saham MINA sebanyak 25% menjadi Rp 300, CASA menguat 25% menjadi Rp 1.525, BHAT melesat 24,91% menjadi Rp 1.780, dan RAJA melesat 19,82% menjadi Rp 6.500. Meski tak ARA, saham UNTD melesat 33,70% menjadi Rp 123, SSTM naik 24,72% menjadi Rp 1.690, BOGA menguat 22,17% menjadi Rp 1.240, dan PURI melesat 19,89% menjadi Rp 434.

